AKSI DAMAI BELA PAPUA TETAP INDONESIA.

0 51

 

Dnewsradio.com ,kami yang tergabung dalam *Aksi Damai Bela Papua Tetap Indonesia* terdiri dari berbagai macam organisasi massa, perkumpulan, aktivis serta orang pergerakan. Pada kesempatan ini memyampaikan beberapa sorotan serta pernyataan sikap mengenai rusuh yang terjadi di Papua antara lain :

1. Mendukung dan meminta kepada aparat Kepolisian RI untuk mengusut tuntas, serta menangkap dalang rusuh di Papua, baik pemicu rusuh di Kota Surabaya dan Malang, maupun yang terjadi di Papua.
Sebab kerusuhan yang terjadi di Surabaya tidak mungkin hanya spontanitas masyarakat semata.

2. Kami mengkritik keras sikap Komnas HAM terkait rusuh Papua, antara lain mengenai sikap dan perlakuan Komnas HAM yang tidak adil kepada adik-adik aparat baik TNI maupun Polri yang menjadi korban akibat dari tugas yang harus mereka emban. Melihat langkah Komnas HAM yang tidak adil dalam mbela hak azasi manusia maka kami menduga bahwa Komnas HAM mainkan agenda asing di NKRI. Maka sudah seyogianya dibubarkan.

3. Menyampaikan rasa empati yang mendalam kepada saudara kami orang papua atas perlakuan rasis yang harus diterima oleh mereka diperantauan dan kami berharap hal rasis yang telah terjadi tidak lagi terulang dimasa depan.

4. Terkait kepulangan mahasiswa/i papua dari berbagai kawasan menuju kampung halaman, maka kami menduga boleh jadi karena masih ada kekuatiran bahwa mereka nantinya akan akan diperlakukan secara rasis oleh pihak non papua. Atau yang lebih mengkuatirkan adalah akibat provokasi, ancaman dan sebagainya terhadap keluarga para mahasiswa/i agar mereka takut kembali ke tanah papua.

5. Terkait sebagian kecil masyarakat papua yang menginginkan lepas dari NKRI, maka hal tersebut kami nilai adalah tidak mungkin. Sebab sejarah mencatat bahwa Papua adalah bagian integral Indonesia sejak persiapan kemerdekaan pada tahun 1945 sampai dengan terbitnya Resolusi PBB Nomor 2504 pada tanggal 19 November 1969 dimana 84 negara menyatakan setuju Papua merupakan bagian integral dari RI, dan 30 negara menyatakan abstain. Setelah itu pada tahun yang sama Rakyat Papua melakukan Referendum dengan hasil mempertegas Resolusi PBB menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI.

6. Mengenai adanya perbedaan sikap antara para kepala suku di papua dengan kelompok muda terpelajar, maka dibutuhkan dialog terus menerus dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk didalamnya adalah kaum muda terpelajar papua.

7. Adalah menjadi penting untuk menyajikan pelajaran sejarah masuknya papua dalam pangkuan Republik Indonesia dengan benar.

Terakhir selaku inisiator aksi bela papua kami mengutip bait terakhir dari lagu *Aku Papua*

Hitam putih keriting lurus
Aku papua.

Jakarta, 10 september 2019
Inisiator Aksi Bela Papua Tetap Indonesia

Novy Viky Akihary
Ketua Umum FKI
Forum Kebhinnekaan Indonesia

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ