Aktor laga Hollywood Jackie Chan telah menyatakan keinginannya untuk menjadi anggota Partai Komunis Tiongkok. Berbicara

oleh -837 views

Aktor laga Hollywood Jackie Chan telah menyatakan keinginannya untuk menjadi anggota Partai Komunis Tiongkok. Berbicara, di sebuah simposium Beijing untuk film Tiongkok minggu lalu, Chan ditanya tentang pandangannya mengenai pidato Presiden Xi Jinping di ulang tahun ke-100 Partai Komunis.

“Ketika saya di luar negeri, saya sering mengatakan, saya bangga menjadi orang Tionghoa. Tetapi saya iri pada mereka yang menjadi anggota Partai Komunis Tiongkok, saya juga ingin menjadi anggota partai,” kata Chan dalam video yang dilihat oleh Insider.

Saya bisa melihat kehebatan Partai Komunis Tiongkok,” tambahnya. “Mereka telah melakukan apa yang dikatakannya dan memberikan apa yang dijanjikannya. Apa yang mereka lakukan dalam 100 tahun, mereka capai dalam beberapa dekade”.

Namun sikap patriotisme Chan, dilecehkan oleh beberapa komentator di Weibo, media sosial versi Tiongkok. Pengguna Weibo mempertanyakan “karakter moral” Chan, mengutip kasus perselingkuhannya dan pelanggaran narkoba putranya Jaycee. Menurut netizen, kasus-kasus itu akan mendiskualifikasi dia dari menjadi anggota partai.

“Dia mungkin mencintai negara dan pekerja keras, tetapi dia memiliki masalah karakter,” kata salah satu pengguna dengan ID Zhuozhuo Drolma. “Lebih baik jika dia tidak bergabung di partai”.

Beberapa pengguna Weibo mengkritik Chan tidak setia dalam pernikahannya. Dalam sebuah memoar tahun 2015, ia mengakui berselingkuh dengan aktor Elaine Ng dan memiliki anak di luar nikah.

Menurut media Tiongkok, China Daily, proses mendapatkan keanggotaan Partai Komunis melibatkan prosedur pemeriksaan terperinci yang mempertimbangkan ideologi, karakter, dan sejarah pribadi seseorang.

Chan saat ini tidak memegang keanggotaan di Partai Komunis. Namun, dia adalah seorang delegasi di Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok, sebuah badan penasihat pemerintah Tiongkok.

Aktor laga ini tidak malu untuk menyatakan kesetiaannya kepada pemerintah Tiongkok.

Chan berada di depan dan tengah pada perayaan ulang tahun ke-100 partai yang berkuasa di Stadion Nasional di Beijing pada 28 Juni. Di sana, ia membawakan lagu “Defending the Yellow River,” sebuah lagu yang berasal dari Perang Dunia II.

Media The South China Morning Post melaporkan, komentar Chan di Beijing memicu kemarahan penggemarnya di Hong Kong. Beberapa di antaranya menulis di Twitter bahwa mereka kini “tidak menikmati setiap filmnya”.

No More Posts Available.

No more pages to load.