Anak-anak berusia 10 tahun ke bawah memproduksi lebih banyak antibodi sebagai respons terhadap infeksi virus corona

oleh -527 views

Anak-anak berusia 10 tahun ke bawah memproduksi lebih banyak antibodi sebagai respons terhadap infeksi virus corona. Satu penelitian mengungkapkan produksi antibodi anak-anak dari kategori usia itu lebih banyak daripada remaja dan orang dewasa.

Seperti dilaporkan AFP, Selasa (23/3), penulis makalah, yang muncul di JAMA Network Open, mengatakan temuan yang dipublikasikan Senin (22/3) itu membantu menjelaskan mengapa anak-anak kurang rentan terhadap Covid-19 parah daripada orang dewasa. Meskipun demikian, temuan riset ini masih merupakan bidang penelitian yang sangat aktif dan banyak faktor diyakini berperan.

Satu tim yang dipimpin oleh para peneliti di Weill Cornell Medicine memeriksa hampir 32.000 tes antibodi dari New York City antara April dan Agustus 2020. Peneliti menemukan bahwa jumlah yang sama dari 1.200 anak-anak dan 30.000 orang dewasa menunjukkan tanda-tanda infeksi masa lalu yakni 17% dan 19%.

Para ilmuwan kemudian memeriksa sebagian pasien yang dites positif – 85 anak-anak dan 3.648 orang dewasa – untuk menentukan tingkat antibodi imunoglobulin G (IgG). Antibodi IgG adalah jenis kunci dari antibodi “penetral” yang mengikat protein lonjakan virus, mencegahnya menyerang sel.

Sejumlah 32 anak usia 1 hingga 10 tahun menunjukkan tingkat median IgG hampir lima kali lebih tinggi dari 127 orang dewasa muda berusia 19 hingga 24 tahun.

Akhirnya, para peneliti fokus pada subset dari 126 pasien positif berusia 1 hingga 24 tahun, tidak ada yang pernah mengalami Covid-19 parah, untuk lebih mengkarakterisasi tanggapan antibodi.

Dalam kelompok terakhir ini, anak-anak berusia 1 hingga 10 tahun rata-rata memiliki lebih dari dua kali tingkat antibodi IgG remaja berusia 11 hingga 18 tahun. Pada gilirannya, mereka memiliki lebih dari dua kali lipat tingkat rata-rata orang dewasa muda berusia 19 hingga 24 tahun.

728×90 Leaderbord

“Temuan kami menunjukkan bahwa perbedaan dalam manifestasi klinis Covid-19 pada pasien anak dibandingkan dengan pasien dewasa sebagian mungkin disebabkan oleh respons kekebalan terkait usia,” kata penulis riset.