Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Erni Sugiyanti meinggal dunia setelah yang mengalami kecelakaan di tol Cipali

Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Erni Sugiyanti meinggal dunia setelah yang mengalami kecelakaan di tol Cipali

Daerah231 Dilihat

Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Erni Sugiyanti meinggal dunia setelah yang mengalami kecelakaan di tol Cipali pada Rabu (3/4/2024).

Sebelumnya dikabarkan anggota DPRD Jabar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengalami kecelakaan di tol Cipali. Dia mengalami kecelakaan beserta anaknya. Akibat kecelakaan ini keduanya  mengalami luka-luka  akibat kecelakaan ini. Mobilnya hancur lebur.

Kecelakaan tunggal di ruas Tol Cipali tersebut diduga disebabkan oleh sopir yang mengantuk. Minibus yang ditumpangi anggota DPRD Jawa Barat itu melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta. Mobil terbalik dan masuk ke median jalan di kilometer 92.

Kecelakaan dimulai ketika minibus melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Cirebon menuju Jakarta. Tiba-tiba, di kilometer 92, minibus oleng dan terbalik, lalu masuk ke median jalan. Erni Sugiyanti meninggal, setelah dilarikan ke RS Hamori Subang.

Erni Sugiyanti dikabarkan mengalami luka parah pada bagian kepala, dan juga tulang rusuknya. Sehingga nyawanya tidak tertolong.

Sementara sopir Erni Sugiyanti bernama Naufal Rizki Ramdani (19), hanya mengalami luka ringan.

Erni Sugiarti (50), bersama anaknya, Naufal Rizki Ramdani, hendak pulang Jalan Nawa IV No 14 RT 04 RW 01 Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Dia mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit Hamori Subang untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Kendaraan dari arah Cirebon menuju Jakarta, diduga mengalami ngantuk atau kelelahan, kendaraan langsung oleng ke sebelah kanan dan terbalik, ada dua korban yang dibawa ke Rumah Sakit Hamori,” kata anggota PJR Tol Cipali, Aipda Iyus Yusmana.

Menurut pihak rumah sakit, korban yang dirawat di IGD mengalami luka di bagian dada dan belakang kepala.

“Dibawa ke sini satu orang, dan sedang dalam perawatan. Kondisinya sudah stabil, tetapi mengalami gangguan pernapasan. Kita sedang menanganinya dan melakukan tes lainnya untuk mencari tahu penyebab pastinya. Semoga kondisi korban bisa stabil. Korban berusia 50 tahun dan merupakan seorang perempuan,” ungkap dokter Iwan