Anggota Komisi I DPR Sukamta mempertanyakan peta jalan (roadmap) digital sebagai acuan

oleh -355 views

Anggota Komisi I DPR Sukamta mempertanyakan peta jalan (roadmap) digital sebagai acuan dalam pengembangan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berbasis digital. Peta jalan digital dinilai penting, agar ke depannya Indonesia memiliki kemandirian digital dan tidak menjadi pasar bagi negara asing.

“Kita apresiasi adanya roadmap digital kita, dan kita berharap segera selesai. Namun saya belum mendapatkan gambaran yang tadi dipaparkan itu soal kedaulatan digital kita, Pak Menteri,” kata Sukamta dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPR RI-Kemkominfo di Jakarta, yang disiarkan secara virtual, Senin, (1/2/2021).

Menurut Sukamta, masifnya transformasi digital membuat setiap negara harus bergerak cepat untuk berbenah serta mempersiapkan kemandirian digital. Mengingat, hampir seluruh pengembang aplikasi digital yang digunakan masyarakat saat ini merupakan produk buatan luar negeri.

Untuk itu, dia mendorong pemerintah segera membuat peta jalan digital nasional. Sukamta mengingatkan untuk melibatkan pengembang-pengembang aplikasi dalam negeri, sehingga ke depan Indonesia bisa mandiri dan tidak bergantung kepada negara lain.

“Saya berharap sekarang dengan adanya WhatsApp, di mana membuat suatu peraturan yang baru dan meresahkan masyarakat umum. Ini jadi momentum, ketika masyarakat sudah resah dengan teknologi yang akan digunakan, kenapa tidak didorong produk dalam negeri. Seperti apa yang dilakukan Presiden Turki yang meminta warganya beralih ke aplikasi milik perusahaan komunikasi Turki,” ujar Sukamta.

Selain itu, Sukamta juga mengutarakan harapannya agar pemerintah tidak terburu-buru mengadopsi teknologi jaringan 5G. Menurutnya, potensi 5G sangat besar tetapi dengan kondisi saat ini, Indonesia hanya akan menjadi market. Sebaiknya, pemerintah mempersiapkan terlebih dahulu infrastruktur dan ekosistem 5G, apalagi penetrasi internet belum merata hingga ke seluruh pelosok Indonesia.

“Pasar 5G memang besar, tetapi dari data-data yang saya kumpulkan 80% kita diambil luar negeri. Jadi, kita hanya akan konsumen lagi,” tegas Sukamta.

No More Posts Available.

No more pages to load.