Anggota Timsel Calon Anggota KPU dan Bawaslu, Hamdi Muluk mengakui dalam tahapan proses seleksi penyelenggara pemilu

oleh -2 Dilihat

Anggota Timsel Calon Anggota KPU dan Bawaslu, Hamdi Muluk mengakui dalam tahapan proses seleksi penyelenggara pemilu tersebut, terdapat sejumlah tokoh dan kelompok yang “menitipkan” calon tertentu. “Menitipkan” yang dimaksud Hamdi adalah merekomendasikan dan mendorong calon tertentu yang disampaikan melalui percakapan Whatsapp.

“Kita bergurau ini, WA kami (anggota Timsel) penuh dengan orang-orang yang isinya merekomendasikanlah, kami merekomendasikan dari kelompok ini, kelompok itu, orang ini bagus, segala macam, ada beberapa tokoh penting, sebut ini bagus, itu bagus, mungkin publik mengatakan itu nitip, tetapi kami mengabaikan saja,” ujar Hamdi saat dihubungi .

Timsel, kata Hamdi, telah bersepakat untuk menjawab tokoh dan pihak-pihak tertentu yang “menitipkan” calon anggota KPU dan Bawaslu secara diplomatis dengan mengatakan, “Terima kasih Pak, Bu, kami akan mempertimbangkannya”.

Menurut Hamdi, jawaban tersebut merupakan jawaban khas orang Timur sehingga yang mengirimkan pesan WA tidak tersinggung.

“Itu kalau diperiksa WA anggota timsel itu, banyak itu, tetapi kami bersepakat, jawabannya diplomatis saja yah, terima kasih, kami pertimbangkan,” ungkapnya.

Hamdi mengatakan, pihaknya tidak bisa membatasi orang mengirimkan pesan termasuk mereka yang merekomendasikan calon anggota KPU dan Bawaslu tertentu. Namun, dia menegaskan, Timsel bekerja secara independen dan sudah memiliki parameter-parameter untuk menilai calon anggota KPU dan Bawaslu yang layak diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Jadi, kita tidak terpengaruh oleh WA atau SMS dari tokoh tertentu, entah itu orang politik, ormas, pejabat yang menitipkan dalam tanda kutip calon anggota KPU dan Bawaslu tertentu. Kita bekerja independen dan hanya patuh pada undang-undang,” tegasnya.

Lebih jauh Hamdi mengatakan 11 anggota Timsel merupakan orang-orang yang mempunyai dignity, yang tidak bisa diatur atau diancam oleh pihak manapun. Timsel, kata dia, hanya tunduk pada amanat Presiden.

“Kalau Presiden yang memanggil, demi undang-undang, kita harus datang, di tengah proses misalnya, ada konsen tertentu dari presiden, kita dipanggil, kita wajib datang. Di luar itu, enggak yang bisa ngatur-ngatur kita. Tetapi kan selama proses ini juga kan presiden tidak pernah campur tangan. Bahkan kemarin ketika serahkan 14 calon anggota KPU dan 10 calon anggota Bawaslu, Presiden langsung bilang sudah oke dan minta kita langsung umumkan ke publik,” kata Hamdi.

No More Posts Available.

No more pages to load.