Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum mengetahui jumlah kerugian akibat banjir bandang dan longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur 

oleh -279 views

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum mengetahui jumlah kerugian akibat banjir bandang dan longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) karena masih dihitung.

“Karena jumlahnya sangat banyak di berbagai daerah, tentu semua harus dihimpun terlebih dahulu, sehingga kita bisa tahu nilai keseluruhannya,” kata Kepala BNPB Doni Monardo saat konferensi pers virtual pada Jumat (9/4/2021) malam.

Bupati Pesawaran

Berdasarkan data BNPB sampai Jumat malam, sebanyak 14.034 unit rumah terdampak bencana banjir dan longsor di NTT. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.786 rumah mengalami rusak berat, 213 rusak sedang, dan 6.185 rusak ringan. Sampai saat ini tercatat 17.834 warga mengungsi.

Untuk mencegah terjadinya kerumunan di tempat pengungsian dan mengurangi risiko penularan Covid-19, Doni Monardo menyatakan BNPB mengupayakan agar para pengungsi bisa menyewa rumah keluarga mereka. Pihaknya akan memberikan dana tunggu hunian (DTH) Rp 500.000 sebulan kepada keluarga pengungsi yang menyewa rumah. Dana tersebut akan dicairkan setelah pemerintah daerah mengajukan usulan kepada BNPB.

Pada kesempatan itu, Doni Monardo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial, TNI, dan Polri, dalam membangun dapur lapangan di hampir semua titik di wilayah terdampak serta menyalurkan bantuan kepada para pengungsi dan warga terdampak.