Bagi generasi 80-an, nama band Elpamas tentu tak asing lagi

oleh -680 views

Bagi generasi 80-an, nama band Elpamas tentu tak asing lagi. Kini, sang vokalis, Baruna Priyotomo, kembali hadir dengan gaya musik yang berbeda. Lewat Barakarama Project, Baruna fokus pada musik etnik untuk merawat nasionalisme Indonesia.

Baruna bercerita, proyek ini bisa terbentuk karena pertemuan kembali dirinya dengan gitaris Eplamas, Totok Tewel.

“Saya diajak nyanyi live streaming di fanpage Facebook Mas Totok Tewel,” kisah Baruna, Sabtu (12/6/2021).

Pertemuan itu mencetuskan ide di kepalanya untuk membuat band lagi. Setelah berdiskusi panjang lebar, ide membuat band membesar hingga menjadi wadah Barakarama Project.

“Ini adalah sebuah proyek yang mengangkat kembali keunikan dan kekayaan bunyi etnik di nusantara, menyatukannya dengan lirik yang memuat semangat kebangsaan dan nasionalisme yang tinggi,” kata Baruna.

Baruna punya alasan sendiri mengapa harus etnik dan mengapa harus bermuatan lirik nasionalisme.

“Dalam darah saya, ada darah pejuang. Eyang saya dulu pejuang kemerdekaan di Yogyakarta, di zaman Pak Ahmad Yani. Mungkin benar, di atas umur 40-an, dengan jam terbang yang tinggi, hasrat menggelorakan cinta kebangsaaan, mengangkat seni etnik negeri sendiri sudah tidak bisa dibentung lagi,” ungkap Baruna.

Selaku founder, ia merancang proyek ini sebagai wadah untuk melakukan eksplorasi seni. Tak sekadar hanya musik, tetapi juga termasuk unsur tari, teater, dan aneka seni tradisi Indonesia.

Formasi Barakarama Project saat ini adalah Baruna (vokal), Riffy Putri – Yuyun – Bunga (vokal), Toto Tewel dan Youslam (gitar), Ardy (bas), Estu Pradana (keyboards), Ihsan (biola), Hendrikus (perkusi), dan Rere (drum).

Rere yang didapuk menjadi penabuh drum menyebut titik berat Barakarama Project adalah kala harus beralih dari industri musik yang mainstream menjadi penuh unsur etnik.

“Kami ingin merawat pluralisme, keanekaragaman budaya, bahasa, suku dan agama Indonesia. Dan sebagai seniman, kami bersuara lewat musik. Unsur etnik di sini menjadi penting agar kita tidak asing dengan budaya kita sendiri yang ternyata sangat kaya” kata Rere

Rere berharap dalam waktu mendatang Barakarama Project bisa menggelar diskusi tentang bagaimana membangun toleransi.

“Kami sudah merancang berdialog dengan PBNU, misalnya, dengan Buya Said, untuk membahas soal kebudayaan dan merawat kebinekaan,” lanjutnya.

Untuk single perdana, Barakarama menghadirkan “Nyanyian Bangsa”.

“Lagu ini saya tulis bersama Adi Prasetio, lalu kami buat workshop aransemen dengan melibatkan Ucok (biola) dan kawan-kawan musisi dari Yogya,” ungkap Baruna.

“Nyanyian Bangsa”‘ sudah masuk ke digital platform Spotify, Joox, Deezer, iTunes, Langit Musik, dan videonya bisa disaksikan di YouTube.

No More Posts Available.

No more pages to load.