Bahrain telah melarang masuk pelancong dari 16 negara baru termasuk Tunisia, Iran, Irak, Meksiko, Filipina

oleh -476 views

Bahrain telah melarang masuk pelancong dari 16 negara baru termasuk Tunisia, Iran, Irak, Meksiko, Filipina, Afrika Selatan, dan Indonesia karena masalah penyebaran Covid-19. Seperti dilaporkan Arabnews, Selasa (13/7/2021), larangan itu tidak termasuk warga negara dan penduduk dengan visa tinggal yang valid.

“Daftar larangan memasukkan Mozambik, Myanmar, Zimbabwe, Mongolia, Namibia, Panama, Malaysia, Uganda, dan Republik Dominika,” kata urusan penerbangan sipil Bahrain, Selasa (13/7).

Kantor berita negara BNA melaporkan Bahrain telah menangguhkan masuknya pelancong dari negara-negara di “Daftar Merah” di semua penerbangan pada bulan Mei. Daftar itu mencakup India, Pakistan, Sri Lanka, Bangladesh,Nepal, dan Vietnam.

Pihak berwenang mengatakan bahwa masuknya pelancong dari negara-negara daftar merah juga akan mencakup orang-orang yang transit melalui kerajaan. Tetapi aturan telah mengecualikan warga negara dan penduduk dengan visa tinggal yang valid dari larangan tersebut.

Bahrain menyatakan semua prosedur yang diumumkan sebelumnya untuk kedatangan dari negara-negara itu juga akan tetap, yang mengharuskan semua pelancong berusia enam tahun ke atas, apakah mereka telah menerima vaksin atau belum.

Para pelancong harus menunjukkan tes PCR negatif bersertifikat dengan kode QR 48 jam sebelum penerbangan mereka dan melakukan tes lain pada saat kedatangan. Mereka juga masih harus dikarantina selama 10 hari.

Urusan penerbangan sipil menyatakan negara-negara ditambahkan atau dihapus dari daftar merah menurut penilaian tim medis coronavirus nasional, berdasarkan tingkat virus di negara-negara itu. Otoritas menambahkan bahwa daftar itu akan ditinjau dan diperbarui secara berkala sesuai dengan perkembangan.

Kerajaan Bahrain meningkatkan tingkat prosedur kesehatan selama liburan Iduladha dari Senin hingga Kamis.

Pada Selasa (13/7), Bahrain mencatat tidak ada kematian akibat virus corona dan 76 kasus baru dalam 24 jam terakhir, dan mengonfirmasi 182 pasien telah pulih. Total korban meninggal mencapai 1.378 kasus.

No More Posts Available.

No more pages to load.