Beberapa pejabat Federal Reserve System (The Fed) mempertimbangkan langkah-langkah pelonggaran moneter yang luas

oleh -299 views

Beberapa pejabat Federal Reserve System (The Fed) mempertimbangkan langkah-langkah pelonggaran moneter yang luas, sementara optimisme tetap didukung oleh prospek pemulihan ekonomi.

Pejabat The Fed tersebut tampak siap mempertimbangkan perubahan kebijakan moneter berdasarkan pemulihan ekonomi yang berlanjut kuat, menurut risalah pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) pada April. Tetapi data sejak saat itu mungkin sudah mengubah pandangan.

Bupati Pesawaran

“Sejumlah peserta menyarankan, jika perekonomian terus mengalami kemajuan pesat menuju (penetapan kebijakan) Tujuan Komite, mungkin akan tepat di beberapa titik dalam pertemuan mendatang untuk memulai membahas rencana menyesuaikan laju pembelian aset,” kata risalah pada Kamis (20/5/2021).

Referensi ini menjadi yang paling terbuka, namun ada kemungkinan mengawali pengurangan pembelian obligasi oleh The Fed untuk melawan krisis.

Namun pandangan itu mungkin mengalami pukulan keras bulan ini, dengan rilis data yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan menurun pada April.

Meskipun inflasi berdetak lebih tinggi, yang dikutip dalam risalah sebagai kekhawatiran, penambahan hanya 266.000 pekerjaan bulan lalu memberikan sedikit kemajuan lebih lanjut ke arah upaya The Fed untuk menjaga perekonomian kembali angka pekerjaan penuh.

Saham AS turun lebih jauh ke teritori negatif setelah rilis risalah, sedangkan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS Treasury bertenor 10 tahun naik menjadi 1,683%.

Pejabat The Fed telah berjanji untuk mempertahankan kebijakan uang longgar dan memerangi krisis. Bank sentral tersebut bertaruh lonjakan harga konsumen yang tidak terduga bulan lalu berasal dari kekuatan sementara yang akan mereda dengan sendirinya, sementara pasar pekerjaan AS membutuhkan lebih banyak waktu untuk membuat orang kembali bekerja.

Tetapi risalah pertemuan 27-28 April menunjukkan The Fed mulai bergulat dengan kesulitan untuk membuka kembali ekonomi AS yang bernilai US$ 20 triliun sepenuhnya, setelah gangguan yang disebabkan oleh pandemi virus corona.

Tantangan logistik yang muncul membuat potensi bentrokan antara kedua sisi tujuan Fed, yakni mendorong lapangan kerja maksimum sambil juga menjaga inflasi tetap terjaga.

Sejumlah pejabat dikatakan sudah khawatir inflasi bisa mencapai tingkat yang tidak diinginkan, sebelum mereka punya waktu untuk mengenali itu telah terjadi dan merencanakan tanggapan kebijakan yang tepat, notulen menunjukkan.

Sementara itu, banyak peserta pertemuan mencatat masalah bisnis yang dilaporkan dalam menarik pekerja meskipun tingkat pengangguran tinggi. Fakta tersebut dikatakan pejabat Fed mungkin didorong oleh gelombang pensiun, kekhawatiran yang sedang berlangsung terkait virus, masalah perawatan anak, dan aliran tunjangan pengangguran yang sedang berlangsung.

“Banyak peserta mencatat … faktor-faktor ini secara relatif menekan tingkat partisipasi angkatan kerja, kembali ke tingkat pra-pandemi,” bunyi risalah itu.

Dengan pasar kerja yang masih jauh dari tujuan The Fed dan virus corona masih menwaskan ratusan orang setiap hari di AS, “terlalu dini untuk membuka diskusi (kebijakan) tapering off (untuk mengurangi pembelian obligasi,” kata Presiden The Fed St. Louis James Bullard sebelumnya pada Rabu (19/5/2021).

Bullard menambahkan, hanya setelah krisis kesehatan lebih terkontrol sepenuhnya The Fed akan mempertimbangkan untuk membatasi dukungan untuk perekonomian. “Dalam beberapa minggu ke depan mungkin menjadi lebih jelas,” katanya kepada wartawan, setelah penampilan virtual di sebuah forum ekonomi.

Kasus virus corona dan tingkat kematian telah menurun secara nasional, meskipun beberapa kekhawatiran tetap ada karena sekitar 40% orang dewasa masih belum mendapatkan vaksinasi, risiko Covid-19 akan tetap ada.

Risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menunjukkan beberapa pejabat The Fed pada saat itu setidaknya mempertimbangkan mengurangi dukungan kebijakan moneter yang diluncurkan musim semi lalu, untuk membantu ekonomi melewati resesi yang dipicu oleh pandemi.

Meski demikian, sejak saat itu risalah tersebut dinilai sangat tidak menarik, ekonom Citi Andrew Hollenhorst dan Veronica Clark menulis minggu ini.

Hollenhorst dan Clark masih mengharapkan Fed untuk mulai memangkas US$ 120 miliar dalam pembelian aset bulanan pada Desember. Tetapi hal ini bergantung pada laporan pekerjaan Mei yang kuat dari setidaknya 750.000 posisi yang ditambahkan.

Banyak yang akan bergantung pada pertanyaan apakah angka Mei mulai menyelesaikan dilema yang disajikan kepada The Fed pada April.

Pekerjaan yang ditambahkan bulan lalu kira-kira seperempat dari jumlah yang diharapkan oleh para ekonom dalam jajak pendapat Reuters. Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan awal bulan ini bahwa lowongan pekerjaan mencapai rekor tertinggi pada Maret.

The Fed akan mengadakan pertemuan berikutnya pada Juni ketika para pejabat tidak hanya akan mengeluarkan pernyataan kebijakan baru, tetapi perbarui proyeksi mereka untuk pertumbuhan, inflasi, pengangguran, dan jalur yang sesuai dari suku bunga acuan The Fed, yang saat ini mendekati nol.

Seiring dengan inflasi yang lebih cepat dari perkiraan, survei terbaru menunjukkan ekspektasi konsumen tentang kenaikan harga juga meningkat, kemungkinan mengikis kepercayaan bank sentral. (afp/sumber lain/eld)

No More Posts Available.

No more pages to load.