Beberapa tahun belakangan ini, penggunaan plastik dalam berbagai bidang kehidupan mulai dikurangi secara besar-besaran

oleh -59 views

dnewsradio.com – Beberapa tahun belakangan ini, penggunaan plastik dalam berbagai bidang kehidupan mulai dikurangi secara besar-besaran. Hal ini dikarenakan plastik merupakan bahan yang sulit terurai, sehingga dapat menimbulkan potensi yang tidak hanya merugikan makhluk hidup, tetapi juga pencemaran lingkungan. Hal yang paling sederhana dilakukan adalah membawa botol minum sendiri untuk menghindari pembelian air mineral yang dikemas dalam botol plastik. Rupanya, bahaya dari plastik tidak hanya berhenti sampai di air minum kemasan saja. Plastik yang biasanya digunakan untuk mengemas produk skin care kamu ternyata juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Apa alasannya?

Plastik seringkali menjadi pilihan utama dalam mengemas produk skin care karena harganya murah serta memiliki bobot yang ringan. Namun, masalah dengan kemasan plastik adalah kemampuannya untuk melepaskan bahan kimia berbahaya ke dalam bahan yang dikemas. Kemasan plastik konvensional untuk kosmetik biasanya mengandung salah satu dari dua bahan kimia, polyvinyl chloride plastics (PVC) yang mengandung phthalates, atau polycarbonate plastics yang mengandung bahan kimia yang disebut bisphenol-A (BPA).

Baik phthalates dan BPA dikenal sebagai endocrine disrupting chemicals, yang berarti jika kedua zat ini masuk ke dalam aliran darah, mereka dapat mengubah proses-proses terkait hormon dalam tubuh. Sebuah penelitianmenunjukkan bahwa kedua bahan kimia ini bertindak sebagai xenoestrogen, di mana mereka dapat meniru hormon di dalam tubuh khususnya hormon estrogen. Hal ini berpotensi membahayakan tubuh dengan sejumlah efek kesehatan yang merugikan, mulai dari ketidakseimbangan hormon, gangguan fungsi tiroid, hingga infertilitas.