Bek Chelsea, Antonio Rudiger, telah meminta maaf kepada Kevin De Bruyne

oleh -599 views

Bek Chelsea, Antonio Rudiger, telah meminta maaf kepada Kevin De Bruyne setelah tabrakan kedua pemain itu membuat bintang Manchester City tersebut menderita patah tulang hidung dan rongga mata retak.

Bek The Blues menjadi salah satu pilar penting saat membawa timnya menyabet gelar juara Liga Champions dengan menundukkan Manchester City, 1-0, di Stadion Dragao, Porto.

Kai Havertz menjadi penentu dengan mencetak gol kemenangan di babak pertama dan membawa Chelsea merebut trofi Liga Champions untuk kedua kalinya setelah 2012.

Dalam satu duel, Rudiger dan De Bruyne, bertabrakan dan membuat pemain asal Belgia itu harus keluar lapangan. Sementara Rudiger bisa melanjutkan hingga pertandingan usai.

Melalui media sosial Rudiger mengungkapkan permintaan maafnya. “Saya benar-benar minta maaf atas cedera @DeBruyneKev. Tentu saja ini tidak disengaja dari saya. Saya sudah menghubungi Kevin secara pribadi dan saya sangat berharap dia cepat sembuh dan berharap kami bisa melihatnya kembali di lapangan segera.”

Pada Minggu pagi, De Bruyne mengunggah kondisi terbaru dirinya. “Hai teman-teman baru saja kembali dari rumah sakit,” katanya lewat Twitter.

“Diagnosis saya adalah patah tulang hidung akut dan patah tulang orbital kiri. Saya merasa baik-baik saja sekarang. Jelas masih kecewa tentang kemarin tapi kami akan kembali.”

Cedera ini membuat kondisi De Bruyne diragukan untuk bisa beraksi di Piala Eropa 2020, yang dimulai dalam waktu kurang dari dua minggu.

Belgia termasuk di antara favorit dan memulai kampanye mereka melawan Rusia pada 12 Juni.

Pelatih Timnas Belgia, Roberto Martinez, mengomel setelah melihat insiden itu dan merasa Rudiger seharusnya mendapat kartu merah.

“Bagi saya, Rudiger sangat, sangat beruntung. Saat Anda melihat tayangan ulangnya, tidak ada benturan kepala. Dia benar-benar meninggalkan bahu melawan Kevin. Dia tampak gegar otak dan kita akan melihat keadaannya,” papar mantan pelaih Everton itu.

“Tapi itu menyisakan rasa pahit bagi kami, karena Rudiger memegangi kepalanya. Sepertinya dia berpura-pura kesakitan,” papar Martinez lagi.

“Bagi saya, itu adalah paksaan yang berlebihan dan sembrono. Dan itu seharusnya menjadi kartu merah. Kevin bukanlah pemain yang jatuh tanpa alasan. Anda bisa melihat rasa sakitnya dan terlihat dari matanya yang bengkak. ”

No More Posts Available.

No more pages to load.