Berikut ini enam penyebab paling umum mengapa keguguran bisa terjadi

Berikut ini enam penyebab paling umum mengapa keguguran bisa terjadi

Tips180 Dilihat

Kabar mengejutkan datang dari selebritas Nikita Willy yang mengumumkan dirinya baru saja mengalami keguguran calon anak keduanya.

“Bulan lalu, kami baru saja mengalami kehilangan yang luar biasa dari calon buah hati kami di usia kehamilan 7 minggu,” ujar Nikita Willy pada deskripsi video yang diunggahnya di Instagram pribadinya.

Nikita lalu menceritakan mengapa ia bisa mengalami keguguran. Dokter yang merawatnya mengatakan, keguguran ini adalah salah satu cara menyingkirkan kelainan pada calon bayi Nikita.

Keguguran sering kali terjadi karena alasan yang tidak dapat kendalikan. Sulit untuk menentukan penyebab pastinya. Namun, mempelajari penyebabnya dapat membantu menenangkan pikiran dan membantu calon ibu meningkatkan peluang untuk mendapatkan kehamilan yang sehat dan cukup bulan.

Berikut ini enam penyebab paling umum mengapa keguguran bisa terjadi, dikutip dari WebMD, Rabu (21/2/2024).

1. Kromosom yang tidak normal
Keguguran pada 12 minggu pertama kehamilan sering kali disebabkan oleh masalah pada kromosom bayi. Kromosom mengandung gen yang menentukan ciri-ciri unik bayi, seperti warna rambut dan mata.

Namun, kelainan pada kromosom bisa menyebabkan masalah, seperti blighted ovum, kehamilan mola, atau kehamilan mola parsial. Masalah kromosom lainnya, seperti trisomi atau monosomi juga dapat menyebabkan keguguran.

2. Kondisi medis
Keguguran sering kali terkait dengan masalah kesehatan ibu. Ibu hamil bisa mengalami beberapa masalah yang menjadi penyebab keguguran, seperti infeksi, penyakit jangka panjang yang tidak terkontrol, penyakit autoimun, atau masalah pada rahim.

Infeksi PMS seperti klamidia, gonore, sifilis, atau HIV juga dapat menyebabkan keguguran.

3. Gaya hidup
Kebiasaan calon ibu, seperti merokok, minum alkohol, atau menggunakan obat terlarang, juga dapat meningkatkan risiko keguguran. Pola hidup yang tidak sehat dapat membahayakan perkembangan bayi yang sedang dalam kandungan.

4. Bahaya lingkungan
Zat-zat berbahaya di lingkungan, seperti timbal, merkuri, pelarut, pestisida, atau arsenik, juga bisa menjadi faktor membahayakan kehamilan. Oleh karena itu, ibu hamil bisa lebih memerhatikan lingkungan sekitar dan menghindari paparan terhadap zat berbahaya.

5. Obat-obatan
Beberapa obat resep dan obat bebas turut meningkatkan risiko keguguran, seperti misoprostol, methotrexate, atau retinoid. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apa pun selama kehamilan.

6. Keracunan makanan
Keracunan makanan tertentu, seperti listeriosis, salmonella, atau toksoplasmosis, juga dapat meningkatkan risiko keguguran. Penting bagi ibu hamil untuk memerhatikan makanan yang dikonsumsi selama kehamilan dan memastikan keamanannya