Biden ; “Harapan dan ekspektasi” untuk sisa 2021, AS akan “dapat memvaksinasi setiap orang Amerika”

oleh -284 views

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan, pada akhir pekan lalu, AS dapat memroduksi hingga 1 miliar dosis vaksin Covid-19, paling cepat di akhir tahun ini.

“Harapan dan ekspektasi” untuk sisa 2021, AS akan “dapat memvaksinasi setiap orang Amerika”, kata Biden setelah hari rapat dan upacara di Gedung Putih bersama Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in.

Negara-negara bagian AS memperkenalkan cara inovatif untuk menarik penduduk agar diinokulasi. Otoritas gabungan negara bagian Oregon menawarkan kemenangan lotere untuk orang-orang yang divaksinasi, di mana satu orang bisa memenangkan US$ 1 juta.

Otoritas New York, Ohio, Maryland, dan Kentucky juga menawarkan hadiah lotere atau tiket untuk mendorong program vaksinasi, ketika langkah vaksinasi melambat secara nasional.

Ukuran kematian AS terkait Covid-19 turun ke level terendah kedua sejak hari-hari paling awal pandemi. Rata-rata pergerakan angka kematian dalam tujuh hari mencapai 580 pada Kamis (20/5), menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins dan Bloomberg.

Di Korsel, sekitar 550.000 anggota militer yang bekerja dalam kontak dekat dengan pasukan AS juga akan mendapatkan bantuan vaksinasi penuh, kata Biden dalam konferensi pers bersama dengan Moon. Ia menambahkan, vaksinasi itu “demi mereka dan demi pasukan Amerika”.

Pemerintah Korsel mengatakan ingin mengamankan pasokan vaksin yang baru-baru ini diizinkan oleh AS untuk diekspor.

Lebih dari 5 juta dosis vaksin telah diberikan di Korsel, mencakup sekitar 5% dari populasi, menurut Bloomberg Vaccine Tracker. Pada tingkat vaksinasi saat ini, diproyeksikan perlu waktu 2,5 tahun untuk mencakup 75% populasi dengan vaksin dua dosis. Vaksinasi dimulai sekitar 11 minggu lalu di negara itu.

Biden mengatakan, dirinya dan Moon membahas kemungkinan produsen vaksin AS bermitra dengan Korsel. “Dengan bantuan perusahaan tertentu, itu akan dapat membuat vaksin dalam jumlah yang signifikan bagi mereka,” Biden mengatakan, akhir pekan lalu.

Sebelumnya pada Jumat, Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo mengatakan pabrik Amerika bekerja sama erat dengan pemerintahan Biden untuk menyediakan vaksin Covid-19 ke Korea Selatan.

Kantor kepresidenan AS mengumumkan minggu ini, pihaknya berencana untuk meningkatkan ekspor vaksin global pada akhir Juni.

Biden mengatakan pada Senin (17/5), pihaknya akan mengekspor 20 juta dosis vaksin dari Pfizer Inc., Moderna Inc., atau Johnson & Johnson, selain 60 juta dosis AstraZeneca Plc yang telah direncanakannya untuk diberikan ke negara lain.

Tujuannya adalah merebut kembali “kepemimpinan Amerika” dalam perang global melawan pandemi, menyingkirkan upaya saingannya Tiongkok dan Rusia.

Biden mengkonfirmasi sebanyak 20 juta lebih dosis sedang dilepaskan selama enam minggu sejak pernyataannya, sehingga totalnya dialokasikan untuk pengiriman keluar pada akhir Juni menjadi 80 juta.

Peningkatan itu menyusul tekanan pada pemerintahan Biden dari pemerintah lain untuk menggunakan surplus vaksinnya untuk membantu negara-negara yang sedang berjuang, setelah kemajuan yang signifikan telah dibuat dalam peluncuran vaksinasi di dalam negeri.

Inisiatif ini juga menjawab kekhawatiran bahwa pemerintah Rusia dan Tiongkok telah memanfaatkan krisis dunia untuk menyebarkan pengaruh melalui distribusi vaksin nasional mereka sendiri, dalam apa yang disebut “kontes diplomasi vaksin”.

Pada Juli, pemerintah AS akan dengan mudah mengokohkan tempatnya sebagai pemimpin di panggung ini, kata Biden. Sementara dengan tajam ia menambahkan pemerintahnya tidak menggunakan peluncuran itu sebagai pengaruh atas negara-negara.

“Ini akan menjadi lebih banyak vaksin daripada negara mana pun yang benar-benar dibagikan hari ini, lima kali lebih banyak daripada negara lain,” ujar Biden dalam pidato di Gedung Putih.

“Rusia dan Tiongkok … telah menyumbangkan 15 juta dosis. Anda tahu ada banyak pembicaraan tentang Rusia dan Tiongkok mempengaruhi dunia dengan vaksin. Kami ingin memimpin dunia dengan nilai-nilai kami,” lanjutnya.

“Kami tidak akan menggunakan vaksin kami untuk mendapatkan bantuan dari negara lain,” tukas Biden.

No More Posts Available.

No more pages to load.