Bila Pemilu 2024 (Masih) Curang Apakah Akan Lahir Aung San Suu Kyi?

oleh -273 Dilihat

 

Sikap skeptis Kepala Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief yang menilai, hanya ada satu cara agar Puan Maharani yang diusung oleh PDI Perjuangan menang di pemilihan presiden (Pilpres) 2024 nanti patut diabaikan.

Ia berasumsi dengan gampang untuk menang dengan cara menangkap satu persatu calon-calon lain yang berpotensial menang.

Mungkin asumsi Andi karena melihat masuknya Ketum Partai yang diindikasi korup masuk merapat ke Kabinet. Padahal ini tidak menjadi tolak ukur Pemilu 2024 akan diwarnai kecurangan yang lebih dahsyat dari tahun 2019.

Apa yang disampaikan oleh Andi Arief dalam video. berdurasi satu menit 52 detik dengan cover bertuliskan “Andi Arief tentang Demokrat dan Rahasia Istana” adalah bukti sikap skeptis seorang politisi muda Partai Demokrat.

Ia curiga aparat hukum akan dipakai kembali untuk permainan curang. Padahal sesuatu yang besar tengah terjadi saat ini yaitu proses hukum Irjen Ferdy Sambo telah membuka mata masyarakat untuk sadar hukum dan sadar politik.

Kesadaran kolektif masyarakat akan kejahatan kematian 700-an petugas Pemilu 2019 yang misterius merupakan satu rangkaian kesadaran atas matinya 6 orang pemuda pro Habib Rizieq Shihab.

Kesadaran berikut masyarakat tentu saja akan terus mengawal kematian Brigadir Joshua pada Jumat (8/7) sore.

Asumsi Andi Arief bahwa Puan Maharani yang disiapkan oleh PDIP untuk maju di Pilpres 2024 bakal menang amat keliru. Karena banyak pengamat dan masyarakat umum tidak melihat kemampuan Puan yang bisa diakui sebagaimana layaknya kapasitas seorang pemimpin. Ia sering dicemooh sebagai “tukang matikan mic sidang”.

Bila benar ada skenario untuk menangkap semua orang yang punya potensi menang di Pilpres 2024, niscaya sama saja menggali kuburan sendiri. Rakyat saat ini sudah sangat mudah mendapatkan informasi.

Pandangan bahwa PDIP menawarkan Puan Maharani untuk menang Pilpres dengan cara menangkap lawan politik adalah pandang an sesat. Ini hanya memancing kemarahan rakyat seperti lahirnya Aung di Myanmar saat lawan rezim junta militer.

Kita tahu Aung San Suu Kyi adalah seorang aktivis prodemokrasi Myanmar dan pemimpin National League for Democracy. Demi demokrasi IA sampai menjadi tahanan rumah. Pada 1991, ia menerima Penghargaan Nobel Perdamaian atas perjuangannya dalam memajukan demokrasi di negaranya tanpa menggunakan kekerasan dalam menentang kekuasaan rezim militer.

Aung San Suu Kyi Dihukum 3 Tahun Penjara Atas Kecurangan Pemilu.
Aung San Suu Kyi, mantan pemimpin sipil Myanmar, Aung San Suu Kyi, kembali dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan junta. Kali ini, Suu Kyi dijatuhi hukuman tiga tahun penjara atas dakwaan kecurangan pemilu dalam pemilu Myanmar tahun 2020 yang dimenangkan telak oleh partainya.

No More Posts Available.

No more pages to load.