Bos Twitter, Elon Musk, mengumumkan bahwa pihaknya akan membatasi jumlah tweet yang dapat dibaca oleh pengguna per hari guna mencegah penyebaran informasi yang ekstrem dan manipulasi sistem

 Bos Twitter, Elon Musk, mengumumkan bahwa pihaknya akan membatasi jumlah tweet yang dapat dibaca oleh pengguna per hari guna mencegah penyebaran informasi yang ekstrem dan manipulasi sistem

TEKNOLOGI287 Dilihat

Bos Twitter, Elon Musk, mengumumkan bahwa pihaknya akan membatasi jumlah tweet yang dapat dibaca oleh pengguna per hari guna mencegah penyebaran informasi yang ekstrem dan manipulasi sistem. Pengumuman ini disampaikan oleh Musk melalui posting di platform media sosial Twitter pada Sabtu (1/7/2023).

Seperti yang dilansir dari Reuters, Musk menjelaskan bahwa akun yang telah diverifikasi akan dibatasi untuk membaca maksimal 6.000 posting per hari. Sementara itu, akun yang belum diverifikasi akan dibatasi hingga 600 posting per hari. Bagi akun baru yang belum diverifikasi, batasannya adalah 300 posting per hari.

Batasan baca ini nantinya akan ditingkatkan menjadi 8.000 posting per hari untuk pengguna yang telah diverifikasi, 800 posting per hari untuk pengguna yang belum diverifikasi, dan 400 posting per hari untuk pengguna baru yang belum diverifikasi. Namun, Musk tidak memberikan detail lebih lanjut mengenai kapan perubahan ini akan diimplementasikan.

Selain itu, Twitter sebelumnya telah mengumumkan kebijakan yang membuat hanya pemilik akun di platform tersebut yang dapat melihat tweet, sebuah langkah yang Musk sebut sebagai “tindakan darurat sementara” pada Jumat (30/6/2023).

Musk menjelaskan bahwa ada ratusan organisasi atau lebih yang secara agresif mengambil data dari Twitter, yang berdampak pada pengalaman pengguna.

Sebelumnya, Musk juga telah mengekspresikan ketidakpuasannya terhadap perusahaan kecerdasan buatan seperti OpenAI, pemilik ChatGPT, karena menggunakan data dari Twitter untuk melatih model bahasa mereka.

Twitter telah mengambil beberapa langkah untuk mengembalikan kepercayaan pengiklan yang sebelumnya meninggalkan platform ini. Mereka juga meningkatkan pendapatan dari langganan dengan menghadirkan program Twitter Blue yang memasukkan tanda centang verifikasi sebagai salah satu fiturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *