Bupati Sleman Sri Purnomo mengumumkan kalau dirinya justru terkonfirmasi positif Covid-19

oleh -136 views

Setelah mendapatkan vaksin Covid-19 Sinovac pada Kamis (14/1/2021) lalu, Bupati Sleman Sri Purnomo mengumumkan kalau dirinya justru terkonfirmasi positif Covid-19, pada Kamis (21/1/2021) lewat media sosial pribadinya.

Dalam pesan tertulisnya, Sri Purnomo menyampaikan kondisi terkini yang sedang dihadapi.

“Sebelumnya, Rabu 20 Januari 2021, saya menjalani tes swab antigen yang mana hasilnya dinyatakan positif. Kemudian dilanjutkan dengan tes swab PCR, dimana hasil yang saya terima pagi ini dinyatakan positif,” kata Sri Purnomo.

Bupati Sleman melanjutkan, pukul 13.00 WIB, dirinya ke rumah sakit untuk melakukan rontgen thorax dan juga CT Scan thorax hasilnya baik.

“Paru-paru saya bersih. Kondisi kesehatan saya hari ini alhamdulilah 100% sehat dan tidak menunjukkan gejala penyakit apapun. Memang pada hari Selasa 19 Januari 2021 malam, saya sempat batuk-batuk dan suhu badan naik di angka 37,6 derajat,” ujarnya.

Melanjutkan pernyataannya, Sri Purnomo menjalankan isolasi mandiri di rumah dinas dan tidak di rumah sakit, karena tidak bergejala.

“Seluruh keluarga saya dan staf di lingkungan rumah dinas yang sering berinteraksi dengan saya, alhamdulilah kemarin sudah dilakukan swab antigen dan hasilnya negatif semua,” katanya.

728×90 Leaderbord

Sri Purnomo pun menceritakan, meskipun dirinya telah disuntik vaksin Covid-19, sebagai pencegahan penyebaran Covid-19, namun, vaksin bukanlah sebuah obat. Vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit Covid-19 agar terhindar dari tertular maupun kemungkinan sakit berat.

“Saya mengimbau bahwa perlindungan yang diberikan vaksin Covid-19, tetap perlu diikuti dengan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan,” ujar Sri Purnomo.

Diketahui Sri Purnomo, 10 tokoh di Sleman telah menerima penyuntikan vaksin.

Menangapi itu, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo meyatakan, tracing kontak terhadap Bupati Sleman sedang dilakukan, namun orang terdekat dalam hal ini keluarga sudah menunjukkan negatif.

“Staf juga sudah, dan prosesnya masih terus berjalan,” katanya.

Menurut Joko, vaksin memang bukan obat, dan penerapan prokes dengan benar diklaim bisa melindungi warga dari penularan Covid-19 sampai 75%, sedangkan setelah ada penyuntikan vaksin, bila dikombinasikan dengan penerapan protokol kesehatan, maka nilai perlindungan akan mendekati 100%.

“Kalau hanya mengandalkan vaksinasi ya antara 65-70% saja,” ungkapnya.

Sedang proses vaksinasi di Sleman ujarnya, akan dibagi menjadi dua gelombang dan ditargetkan selesai pada Desember 2021 mendatang.

“Vaksinasi bagi tenaga kesehatan selesai pada Februari 2021, sedangkan untuk seluruh tahapan vaksinasi gelombang 1 direncanakan selesai Maret 2021. Khusus untuk kelompok rentan, penerima vaksin adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun dan mereka yang memiliki penyakit penyerta (komorbid),”katanya.

Sementara itu, program vaksinasi gelombang ke-2 akan menyasar masyarakat luas dan sedianya dimulai pada April hingga Desember 2021.

“Gelombang 2 nanti menyasar ke warga yang berusia 18-59 tahun. Rencana menggunakan pesan singkat SMS. Kalau SMS, HP sejadul apa pun bisa [menerima pesan singkat tersebut],” lanjut Joko.

Joko menyebutkan, efikasi vaksin Sinovac baru sebesar 65,3%, sehingga protokol kesehatan harus tetap diterapkan secara ketat walau vaksinasi telah dilakukan.

Sekretaris Daerah Sleman Harda Kiswaya menyatakan, angka terkonfirmasi Covid-19 di Sleman masih tinggi, bahkan termasuk kategori zona merah. Total kasus konfirmasi positif hingga 18 Januari 2021 pukul 13.00 WIB mencapai 6.814 orang.

Pemkab pun menyatakan bahwa masyarakat yang akan menyelenggarakan hajatan dan sosial kemasyarakatan wajib mendapatkan rekomendasi dari Ketua Satuan Tugas tingkat Kapanewon (Kecamatan).