Camat Kedondong diduga Lamban terkait penanganan kasus BUMDES Desa Way Kepayang

0 79

Pesawaran,Lampung–Camat Kedondong Minak Yakin, diduga tutup mata mengenai kasus pengelapan Dana Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) pada tahun 2018 lalu yang ditilep oleh kepala desa waykepayang. Pasalnya janji akan secepatnya untuk memanggil oknum kepala desa, hingga kini pemanggilan tersebut belum juga dilakukan.

“Coba kalian temui langsung kepala desa. Kalau ga kesana ketemui sekdes nya,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya Rabu (16/10/19).

Akibat dugaan Bumdes yang tidak di realisasikan tersebut. Minak Yakin, terlihat tidak bisa menunjukan usaha untuk pemangilan oknum kepala desa. Padahal camat sendiri mempunyai sekcam dan bawahannya.

“Saya masih sibuk, belum sempat memanggil kepala desa, ne juga saya lagi paripurna,” kata dia

Sementara Kasih PMD Kecamatan Kedondong mengatakan, bahwa dana gadis tahun 2018 sudah direalisasikan oleh kepala desa, untuk tarup 10 yunit, dan kambing.

“Itu dana gadis 2018 sudah dibelikan tarup, dan dibelikan kambing oleh kepala desa,” tegasnya

Insfektur, Insfektorat Pesawaran Chabrasman melalui Sekertaris Asepa mengatakan, bahwa permasalah tersebut sudah kordinasi ke kepala desa setempat.

“Kita sudah turun dan berkordinasi kebawah atas perintah Insfektur. Setelah dibawah dana itu sudah dibelikan kambing, kalau lebih lanjutnya nanti kita menunggu laporan dari pejabat fungsional, disini juga belum ada laporan resmi dari masyarakat,” bebernya

Dinas PMD Pesawaran melalui (Kasi) Sumber Daya Alam Dan Teknologi Tepat Guna (TTG), Novi menjelaskan bahwa ketika turun kedesa tersebut. Dana gadis pada 2018 sudah dibelikan kambing 5 ekor dan tarup 10 yunit dengan ukuran 4×6.

“Ya memang kemarin kita turun tapi belum bisa menjelaskan. Apalagi kambing di dusun apa letaknya kita tidak tahu,” kata Novi

Saat ditanya ketika turun kebawah pastikan ada laporan terhadap Kepala Dinas, maka awak media untuk coba konfirmasi ke Kepala Dinas. Namun pihaknya, belum mempersilahkan awak media untuk mengkonfirmasi dengan alasan yang lebih paham ada diluar karena mereka juga tidak paham.

Saat ditanya Kasi Pembinaan Masyarakat di Dinas yang sama Eko Maristiyawan mengatakan, bahwa kemarin turun ke desa tersebut bersamaan dengan Insfektorat bahwa kepala desa sudah diberi saran agar cepat berkordinasi terhadap Bupati bahwa berita itu tidak benar.

“Yang diberitakan itu setelah kami cek ternyata sudah terealisasikan semua. Insfektorat kemarin yang saya dengar mengarahkan agar kades harus cepat mengklarifikasi ke pak Bupati,” saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya

Sangat disayangkan ketika awak media untuk bisa ketemu oleh kepala dinas PMD. Pihaknya mengatakan bahwa Kadis dan Sekertaris tidak tau karena yang tau

Sebelumnya diberitakan, Ketua Bumdes di Desa setempat Abdul Rohman menjelaskan, bahwa dana gadis sebesar Rp 100 juta semula akan dijadikan pembenihan ikan di kolam seluas 20×20 meter.

Namun sampai satu tahun ini pembenihan ikan dan kolam yang masih status sawah belum juga terlaksana karena dana tak ada.

“Dulu dana gadis itu untuk pembenihan ikan guna berjalannya Bumdes di desa Waykepayang, ini dilokasi sawah saya yang akan dijadikan kolam di Dusun Pahumungan, tetapi dengan dana tersebut dipinjam sampai saat ini belum dikembalikan maka Bumdes di desa ini tidak berjalan,” paparnya.

Dia berharap Bupati Dendi segera memanggil dan memproses. “Karena saya selaku ketua Bumdes tidak mau disalahi apalagi harus menanggung jawaban,” tutupnya

Dalam hal ini pihak Kepala Desa Waykepayang Kecamatan Kedondong Pesawaran belum dapat dikonfirmasi. Baik dikediaman, kantor bahkan 3 kali dihubungi melalui telepon selulernya dalam kondisi tidak aktif. ( Tejo)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ