CEO Meta, Mark Zuckerberg, kembali mengungkapkan keraguannya terhadap langkah Twitter yang sekarang dikenal sebagai X

 CEO Meta, Mark Zuckerberg, kembali mengungkapkan keraguannya terhadap langkah Twitter yang sekarang dikenal sebagai X

TEKNOLOGI210 Dilihat

CEO Meta, Mark Zuckerberg, kembali mengungkapkan keraguannya terhadap langkah Twitter yang sekarang dikenal sebagai X, terutama dengan kehadiran Elon Musk yang saat ini memegang kendali X.

Dilansir dari Business Insider, Kamis (28/9/2023), Zuckerberg tampaknya tidak sepenuhnya yakin dengan cara Elon Musk mengelola X. Dalam wawancara dengan Alex Heath dari The Verge, Zuckerberg mengatakan bahwa X belum mencapai potensi penuhnya setelah kehadiran Elon Musk di kursi pimpinan.

“Twitter sudah bergerak lambat sebelum kedatangan Elon Musk, dan menurut pendapat saya, tingkat perubahan dalam produknya juga cukup lambat. Jadi sepertinya mereka belum sepenuhnya mengoptimalkan potensi merek,” kata Zuckerberg.

Sejak kepemimpinan Musk, Twitter atau X telah melakukan pemecatan ribuan karyawan, mengubah kebijakan verifikasi yang sudah lama ada untuk tanda centang biru berbayar, mengganti kepemimpinan, memperbarui catatan Komunitas sebagai pengganti tim moderasi perusahaan, dan yang paling mencolok mengganti nama Twitter menjadi X dengan tujuan mengubah platform menjadi aplikasi segalanya.

Zuckerberg mengakui peran Musk sebagai agen perubahan, tetapi dia juga melihat ada ketidakpastian tentang arah yang akan diambil Elon Musk serta keraguan apakah X akan mencapai potensi maksimalnya, terutama karena Musk dikenal sebagai sosok yang kontroversial.

“Saya pikir arahnya masih belum jelas,” kata Zuckerberg. “Mungkin saya tidak terlalu optimistis atau hanya melihat peluangnya saat ini lebih kecil daripada sebelumnya,” sambung Zuckerberg.

Pada Juli 2023, Meta juga meluncurkan platform berbasis teks mereka sendiri, Threads, sebagai pesaing bagi X. Zuckerberg mengatakan alasan di balik peluncuran ini adalah untuk menciptakan alternatif yang lebih positif daripada X.

Selain itu, kedua CEO ini telah terlibat dalam perdebatan di media sosial, membahas potensi pertandingan olahraga dan bahkan saling meledek satu sama lain melalui aplikasi mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *