Dalam sepekan terakhir, lebih dari 2.000 roket ditembakkan oleh Hamas dan kelompok lain ke Israel dalam konflik di Jalur Gaza.

oleh -532 views

Dalam sepekan terakhir, lebih dari 2.000 roket ditembakkan oleh Hamas dan kelompok lain ke Israel dalam konflik di Jalur Gaza.

Namun, sekitar 90% dari roket-roket tersebut mampu disergap oleh sistem pertahanan rudal bernama Iron Dome, menurut klaim militer Israel.

Iron Dome dirancang khusus sebagai tameng udara yang melindungi serangan-serangan jarak dekat. Sistem ini mulai dikembangkan sejak perang Israel melawan kelompok Hezbollah pada 2006, ketika ribuan roket ditembakkan ke Israel sehingga menyebabkan kehancuran, memaksa evakuasi massal dan membunuh puluhan orang.

Setelah itu Israel mengatakan akan memulai proyek sistem pertahanan rudal.

Iron Dome diciptakan oleh perusahaan Israel, Rafael Advanced Defense Systems dan Israel Aerospace Industries, dengan dukungan Amerika Serikat dan mulai dioperasikan pada 2011.

Dengan sistem pertahanan ini, ancaman yang muncul bisa dideteksi dengan radar dan dihancurkan sebelum memakan korban, sehingga Iron Dome menjadi salah satu sistem pertahanan paling canggih yang ada sekarang.

Sistem ini juga dirancang bisa berfungsi dalam semua kondisi cuaca untuk menangkal tembakan jarak pendek seperti roket-roket yang diluncurkan dari Gaza.

Iron Dome merupakan proyek yang mahal, tetapi para pembuatnya mengatakan bisa beroperasi secara efisien karena ia akan memisahkan antara rudal yang mengarah ke wilayah berpenghuni dan yang tidak.

Unit-unit peluncur statis maupun mobile hanya melepas rudal penyergap untuk menjatuhkan apa pun yang dinilai membahayakan.

Satu dekade sejak Iron Dome dioperasikan, Israel sudah memiliki 10 baterei peluncur yang dipasang di berbagai penjuru, masing-masing memiliki tiga sampai empat peluncur yang bisa menembakkan 20 rudal penyergap.

“Jumlah warga Israel yang terbunuh dan terluka akan jauh lebih tinggi jika tidak ada sistem Iron Dome, yang kembali menjadi penyelamat nyawa seperti biasanya,” kata juru bicara militer Israel Letkol Jonathan Conricus.

Namun, sejumlah analis mengatakan intensitas serangan dari Gaza mengindikasikan bahwa para kelompok milisi itu berupaya menghujani Iron Dome dengan roket sampai ia melewati batas kemampuannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.