Diduga Faktor External Menjadi Salah Satu Faktor Penyebab Pekerjaan Rehab Ruang Kelas SDN 3 Pamekarsari Terkesan Asal Jadi

Diduga Pekerjaan Rehab Ruang Kelas SDN 3 Pamekarsari Tak Sesuai Spesivikasi, Harus Diusut Tuntas

Nasional492 Dilihat

 

Garut -Berawal dari adanya informasi bahwa sekolah dasar negeri 3 pamekarsari pada tahun anggaran 2023 mendapatkan program yang peruntukanya rehab ruang kelas yang kondisinya sudah menghawatirkan. Dengan adanya program tersebut para orang tua yang anaknya mengikuti belajar mengajar di sekolah tersebut tentu merasa senang, terutama yang anaknya masih duduk dikelas yang sedang di rehab, karena mereka semua tahu, bahwa kondisi ruang kelas tersebut jika musim penghujan tiba banyak yang bocor, sehingga merasa was was jika suatu saat terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

Namun sangat disayangkan pekerjaan yang nilai anggaranya hanya sebesar Rp. 40.000.000 tersebut, dari sisi kwalitas dan kwantitas jauh dari kata baik/asal jadi.

Hal itu diungkapkan oleh ketua paguyuban siswa (Solihin Afsor) yang juga salah satu tokoh masyarakat yang berdomisili di kampung ngompod RT.01 RW.02 desa pamekarsari ke camatan banyuresmi kabupaten garut, pasalnya dirinya mendengar langsung dari komite sekolah bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan oleh pihak ke tiga atau rekanan ujarnya.

“Ditambahkan Afsor, Jika jumlah anggaranya Rp.100.000.000 s/d Rp. 200.000.000 itu wajar jika dilaksanakan dengan mekanisme penunjukan langsung (PL) oleh dinas pendidikan kabupaten garut, namun jika jumlah anggaranya dibawah Rp.50.000.000 didalam permen PUPR juga ada opsi untuk dilaksanakan secara swakelola, kan disekolah ada komite, yang notabene bertindak selaku perwakilan orang tua siswa, jika pelaksanaanya dikerjakan dengan baik, tentu tidak akan terjadi masalah, namun jika dikerjakan asal asalan hal ini tentu sangat disayangkan, sekecil apapun jumlah anggaranya ingat ! itu bersumber dari keuangan negara dalam hal ini pemkab garut imbuhnya.

Kekesalan lainya banyak material yang menggunakan barang bekas sekolah, seperti kaca, genting, dan lainya, tentu ini dinilai sangat tidak profesional. Dan sudah barang tentu jika menggunakan bahan yang ada disekolah harus diganti lagi, baik berupa material kembali atau diganti dengan uang, karena jika suatu saat ada ruang kelas lain yang bocor, atau kaca jendelanya pecah kan harus segera diatasi, maka sangat rasional jika pihak sekolah meminta untuk diganti ungkapnya.

Namun hal ini terkesan dipolitisir bahwa pihak sekolah yang meminta fee kepada rekanan, hal tersebut diketahui dari adanya kabar di salah satu media online, yang isinya ditengarai menyudutkan kepala sekolah, hal tersebut jelas terpampang dalam judul beritanya (Rekanan Beberkan Kepsek SDN Pamekarsari Garut Minta Fee Rp 2 Juta) selaku ketua paguyuban orang tua siswa saya justru mendorong pihak inspektorat kabupaten garut segera turun kelapangan dan segera lakukan investigasi, apakah hasil pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi atau tidak sebaliknya, dan jika terindikasi ada penyimpangan, ya sudah seharusnya diusut sampai tuntas termasuk jika terindikasi ada keterlibatan oknum yang mengatasnamakan pengusung.

Karena belakangan terdengar kabar, bahwa dengan adanya tayangan berita tersebut diatas, para pihak melakukan pertemuan yang difasilitasi oleh korwil pendidikan kecamatan banyuresmi, hasilnya justru sangat mengagetkan, dari pertemuan tersebut diterangkan ada permintaan uang dari oknum external yang jumlahnya sangat mencengangkan pungkasnya.

Sumber : (S. afsor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *