Didukung hampir semua partai politik, Mario Draghi memasuki tahap final untuk tawaran membentuk pemerintahan baru

oleh -501 views

Didukung hampir semua partai politik, Mario Draghi pada Jumat (12/2/2012) memasuki tahap final untuk tawaran membentuk pemerintahan baru, memimpin Italia melalui pandemi Covid-19.

Mantan kepala Bank Sentral Eropa (ECB) tersebut dipanggil setelah koalisi kiri-tengah runtuh. Ia dijadwalkan paling cepat akan mengunjungi Presiden Italia Sergio Mattarella pada Jumat untuk secara resmi diangkat menjadi perdana menteri.

Draghi telah menghabiskan sembilan hari terakhir mengumpulkan pemerintah persatuan nasional untuk menangani pandemi mematikan yang melanda Italia hampir tepat satu tahun lalu, memicu resesi yang dalam.

Setelah mengamankan dukungan pada Kamis (11/2) dari pemain kunci terakhir, Gerakan Bintang Lima (M5S) yang populis, Draghi memiliki hampir semua partai utama, dari sayap kiri hingga liga sayap kanan.

Tajuk harian yang berbasis di Roma Il Messaggero menulis “Pemerintahan Draghi Lahir”.

“Draghi di Lintasan Terakhir,” harian Corriere Della Sera menuliskan.

Namun, ekonom berusia 73 tahun itu telah menunjukkan dirinya bersedia meluangkan waktu dan masih dapat mengambil waktu lagi untuk menyelesaikan kabinetnya.

728×90 Leaderbord

Italia memiliki harapan tinggi untuk Draghi, yang dijuluki Super Mario setelah berjanji akan melakukan apa pun, untuk menyelamatkan negara mata uang tunggal euro dalam krisis utang sejak 2010-an.

Mattarella memintanya untuk turun tangan pada 3 Februari, setelah Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengundurkan diri beberapa minggu setelah kekacauan politik dalam koalisinya yang dipimpin M5S.

Presiden menekankan pentingnya bergerak cepat untuk mengisi kekosongan politik saat Italia mendekati tonggak suram dari 100.000 kematian dan pertempuran melawan resesi terburuk sejak Perang Dunia II.

Pemerintah Italia berharap untuk menerima lebih dari 200 miliar euro (setara US$ 243 miliar) dalam bentuk hibah dan pinjaman dari dana pemulihan Uni Eropa (UE) untuk membantunya bangkit kembali.

Tetapi Draghi harus menyeimbangkan permintaan untuk pemberian segera, dengan kebutuhan akan reformasi struktural jangka panjang di Italia. Hal ini telah menimbulkan ketegangan yang menjatuhkan pemerintahan terakhir.

Para pemimpin M5S, partai terbesar di parlemen, telah mengindikasikan sejak awal pihaknya akan mendukung upaya Draghi untuk membentuk pemerintahan baru yang berbasis luas. Tetapi keanggotaannya terbagi.

Sebelumnya pemungutan suara akan dilaksanakan secara daring, tentang apakah ia akan mengambil bagian. Namun pemilihan ditunda pada awal pekan ini, ketika pendiri M5S Beppe Grillo menanyakan kepada Draghi untuk detail lebih lanjut tentang tindakan yang akan dia lakukan.

Pemungutan suara itu dijadwalkan ulang pada Kamis, setelah partai tersebut mengklaim telah dijanjikan seorang menteri yang ditingkatkan untuk transisi ekologis. Anggota partai memberikan suara sebanyak 59,3% untuk mendukung Draghi.

Ekonom mungkin akan mampu membentuk pemerintahan bahkan tanpa M5S. “Tetapi penting baginya untuk berangkat dengan mayoritas parlemen seluas mungkin,” kata Federico Santi, analis di Grup Eurasia, Jumat (12/2).

Italia telah tanpa pemerintahan yang berfungsi penuh selama hampir sebulan sejak mantan Perdana Menteri Matteo Renzi menarik partainya Viva Italia dari koalisi Conte, yang juga termasuk M5S dan kiri tengah Partai Demokrat (PD).

Conte akhirnya mengundurkan diri pada 26 Januari. Mattarella memberi M5S, PD, dan Renzi waktu untuk memperbaiki keadaan. Tetapi ketika itu gagal, Draghi dipanggil.

Kedatangan Draghi disambut dengan kegembiraan di pasar keuangan tersebut. Biaya pinjaman Italia turun menjadi terendah sepanjang sejarah di minggu ini. Namun, tugas yang dihadapi Draghi sangat besar.

Di sisi lain, UE mengharapkan rencana tentang bagaimana menghabiskan dana pemulihan pada April. Sementara tingkat pengangguran, di angka 426.000 lebih tinggi dari satu tahun lalu, risiko meningkat lebih lanjut akhir tahun ini. Yakni jika pembekuan yang ada saat pemecatan terjadi tidak diperpanjang.

Prioritas lainnya adalah mempercepat program vaksinasi Covid-19 Italia, yang merupakan awal yang menjanjikan pada Desember. Tetapi sejak itu realisasinya telah melambat, dengan latar belakang meningkatnya kekhawatiran tentang penyebaran varian virus baru.