Dirdik Kodiklatal Hadiri Pesmian Monumen KRI Matjan Tutul di AAL

oleh -190 views

 

Kodiklatal Surabaya, 18 Maret 2021,Direktur Pendidikan (Dirdik) Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) Laksma TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si mewakili Komandan Kodiklatal pada (17/3) yang lalu menghadiri peresmian Monumen Kapal KRl Majtan Tutul-602 yang dilaksanakan di Kesatrian AAL, Bumimoro, Surabaya.

Peresmian Monumen Kapal bersejarah KRl Majtan Tutul-602 tersebut dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., yang didampingi Ketua Umum Jalasenastri Ny. Vero Yudo Margono.

Turut hadir dalam acara peresmian Monumen ini para pejabat Mabesal dan Kotama TNI AL wilayah Surabaya antara lain Gubernur AAL Laksda TNI Tunggul Suropati, S.E., M.Tr (Han), Pangkoarmada II Laksda TNI I N.G. Sudihartawan S.Pi., M.M.,, Danpuspenerbal Laksda TNI Edwin, S.H., M. Han, Dan STTAL Laksma TNI Ir. Avando Bastari, M.Phil dan Komandan Lantamal V Laksma Laksma TNI Moh Zaenal S.E., M.M, M.Soc., Sc. Selain itu hadir para Ketua Jalasenastri Bakor Surabaya.

Adapun sejarah KRl Matjan Tutul-602 ini merupakan satu dari delapan Kapal Cepat Torpedo kelas Jaguar yang pernah dimiliki TNI AL buatan Jerman Barat tahun 1960. KRI Matjan Tutul menjadi terkenal dan salah satu bukti sejarah bagi Angkatan Laut Indonesia dalam pertempuran heroik di Laut Aru dalam Operasi Trikora, pembebasan Irian Barat dari Belanda.

Pada tanggal 15 Januari 1962, KRl Matjan Tutul terlibat pertempuran di Laut Aru dengan kapal milik Belanda, yang akhirnya gugurlah Komodor Yos Sudarso beserta awak kapal Rl Matjan Tutul. Peristiwa Laut Aru dengan heroisme, 15 Januari 1962 diperingati sebagai Hari Dharma Samudera.

728×90 Leaderbord

Kasal berharap, keberadaan monumen kapal yang memiliki panjang 21 M dan lebar 3,5 M ini, menjadi inspirasi para Taruna yang tengah dididik dan dilatih di AAL untuk lebih menyadari, bahwa keberadaannya di AAL ini dalam rangka disiapkan sebagai calon-calon pemimpin TNI/TNI AL masa depan yang tentunya tantangannya lebih berat lagi.

Monumen kapal ini lanjut Kasal, dirasa sangat perlu khususnya bagi Taruna AAL ditengah masifnya serbuan informasi globalisasi saat ini. Diharapkan dapat meningkatkan jiwa nasionalisme dan patriotisme Taruna AAL, menjadi motivasi dan pendorong semangat meneladani kepemimpinan Komodor Yos Sudarso sebagai bekal menjadi perwira TNI AL yang profesional dan berkarakter guna mewujudkan TNI AL yang profesional, modern dan tangguh.