Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, telah memeriksa empat orang saksi terkait kasus dugaan kebocoran data pribadi 279 juta nasaba

oleh -304 views

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, telah memeriksa empat orang saksi terkait kasus dugaan kebocoran data pribadi 279 juta nasabah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Kita penyidik memeriksa empat orang saksi, dua dari BPJS, dua dari BSSN (Badan Siber Sandi Negara),” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Senin (31/5/2021).

Bupati Pesawaran

Namun, Argo belum menjelaskan, siapa identitas keempat saksi yang telah diperiksa atau dimintai keterangan terkait kasus dugaan kebocoran data BPJS itu.

Sementara itu, Argo menyampaikan penyidik juga berencana memeriksa saksi dari lima vendor yang melakukan kegiatan di BPJS.

“Rencana kita ambil keterangannya 2 Juni, ada lima vendor dari Dirjen AHU (Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum). Tentunya surat sudah dipanggilkan hari ini tanggal 31 Mei, kepada lima direktur vendor yang nantinya akan dimintai keterangannya,” ungkapnya.

Diketahui, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sedang mengusut kasus dugaan kebocoran data 279 juta nasabah BPJS dan dijual ke salah satu situs. Data itu, mencakup nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon, hingga alamat.

No More Posts Available.

No more pages to load.