Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo menjelaskan manfaat menggunakan mobil listrik dibanding konvensional

Otomatif364 Dilihat

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo menjelaskan manfaat menggunakan mobil listrik dibanding konvensional. Di antaranya, emisi karbon yang lebih rendah dibanding BBM dan biaya operasi hanya RP 2.500 per 10 kilometer, atau 20% dari konsumsi BBM.

PLN telah menyediakan 616 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 237 lokasi di seluruh Indonesia untuk mendukung pengendara kendaraan listrik.

“Dengan tersedianya infrastruktur pengisian daya untuk kendaraan listrik, masyarakat tidak perlu khawatir. Ekosistem kendaraan listrik di Indonesia semakin terbentuk,” kata Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, Minggu (28/5/2023)

Menurut Darmawan, beralih ke kendaraan listrik menjadi pilihan strategis karena sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang utama emisi karbon di Indonesia. Saat ini, pengguna kendaraan listrik sudah semakin banyak.

“Kendaraan listrik di Indonesia tidak hanya menjadi tren, tetapi juga telah menjadi peluang bisnis baru bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),” ujarnya.

Darmawan menjelaskan bahwa 1 liter bahan bakar minyak (BBM) setara dengan 1,5 kilowatt hour (kWh) listrik. Emisi karbon dari 1 liter BBM setara dengan 2,4 kilogram (kg) CO2e, sedangkan 1,5 kWh listrik menghasilkan emisi sebesar 1,5 kg CO2e.

Lebih lanjut, Darmawan menyebutkan bahwa daya yang disediakan oleh PLN untuk mengisi kendaraan listrik akan semakin bersih, karena sedang dibangun pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Dalam kondisi saat ini, menggunakan kendaraan listrik telah mampu mengurangi emisi lebih dari 35 persen. Dengan peralihan PLN ke energi berbasis EBT, di masa depan emisi kendaraan listrik akan menjadi nol,” tegas Darmawan.

Selain ramah lingkungan, kendaraan listrik memiliki keunggulan dalam hal hemat biaya operasional dan pemeliharaan. Sebagai contoh, mobil dengan BBM akan menghabiskan 1 liter untuk jarak tempuh 10 kilometer, sedangkan mobil listrik hanya membutuhkan 1,5 kWh untuk jarak yang sama.

“Menggunakan tarif listrik sebesar Rp1.699,53 per kWh, biaya untuk mengisi daya mobil listrik sekitar Rp2.500 untuk jarak 10 km. Sementara itu, biaya BBM untuk jarak yang sama sekitar Rp 13.000. Dengan demikian, biaya operasional mobil listrik tidak sampai 20 persen dari biaya menggunakan mobil BBM,” jelas Darmawan.

Selain itu, biaya pemeliharaan mobil listrik juga lebih efisien dibandingkan dengan mobil BBM. Mobil listrik tidak memerlukan penggantian oli mesin seperti halnya mobil BBM yang membutuhkan penggantian setiap 10 ribu kilometer dengan biaya di atas Rp1 juta.

Darmawan juga menyampaikan bahwa penggunaan kendaraan listrik akan berkontribusi pada kedaulatan energi nasional dengan mengurangi impor BBM.

“Dengan beralih dari BBM ke listrik, energi yang digunakan akan berasal dari sumber domestik yang murah dan bersih. Hal ini akan memperkokoh kedaulatan energi nasional,” paparnya.

Terkait infrastruktur pengisian daya, Darmawan memastikan bahwa PLN telah menyediakan 616 unit SPKLU yang tersebar di 237 lokasi di seluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pengendara kendaraan listrik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *