Ditlantas Polda Jawa Timur dan Satlantas Polres Jombang, telah menetapkan Tubagus Joddy, sopir Vanessa Angel sebagai tersangka

oleh -1.419 views

Ditlantas Polda Jawa Timur dan Satlantas Polres Jombang, telah menetapkan Tubagus Joddy, sopir Vanessa Angel sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. Penyidik selanjutnya akan segera menyelesaikan berkas perkara dan melimpahkan tahap satu ke kejaksaan.

“Yang jelas kami bekerja secara profesional. Kami berusaha secepatnya kasus ini bisa diserahkan ke JPU (Jaksa Penuntut Umum) dan disidangkan,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Jumat (12/11/2021).

Dikatakan Gatot, penyidik masih akan meminta keterangan ahli dari Puslabfor Polri dan pihak agen tunggal pemegang merek (ATPM) untuk melengkapi pemberkasan perkara tersangka Joddy, sopir mobil Mitsubishi Pajero B 1264 BJU yang mengalami kecelakaan tunggal hingga menyebabkan artis Vanessa Angel dan suaminya Febri Andriansyah meninggal dunia, di KM 672+300 Tol Jombang-Mojokerto (Jomo), Jawa Timur.

 

“Langkah-langkah selanjutnya kami akan melengkapi semua administrasi penyidikan dan juga akan melakukan gelar kembali bersama JPU untuk memperkuat penerapan pasal,” ungkapnya.

Diketahui, Joddy dijerat dua pasal dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pertama Pasal 310 ayat 4 dengan ancaman 6 tahun bui dan atau Pasal 311 ayat 5, ancamannya 12 tahun penjara.

Pasal 310 ayat 4 berbunyi, “Dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12.000.000,00 (dua belas juta rupiah)”.

Sementara, Pasal 311 ayat 5, “Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah)”.

 

Pasal 310 mengatur tentang kelalaian yang mengakibatkan kecelakaan, sedangkan Pasal 311 terkait setiap orang yang sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang.

Menyoal mengapa Joddy dijerat dengan Pasal 311, Dirlantas Polda Jawa Timur Kombes Pol Latif Usman menjelaskan, karena Joddy diduga menggunakan telepon selular pada saat mengendarai mobil, dan yang bersangkutan tahu kalau hal itu berbahaya atau dapat membuat kecelakaan berakibat fatalitas atau kematian.

“Kenapa dikenakan pasal 311 ayat 5, mengemudikan kendaraan tidak boleh bermain HP. Ini dari hasil pemeriksaan para saksi, ada di media sosial sebagai petunjuk, kita telusuri betul, dia di beberapa tempat bermain HP (handphone). Ini adalah suatu (dugaan) kesengajaan yang dia lakukan. Kedua, ada petunjuk lain kenapa dia main HP, pada jam 11.58 WIB, dia saat menyetir menghubungi orang tuanya,” katanya.

Latif Usman menambahkan, dari sisi kecepatan kendaraan juga melanggar aturan rambu.

“Kecepatannya telah dihitung oleh tim penyidik, kecepatannya pada saat terjadinya titik tumbur (key point) 130. Sedangkan, di jalan tersebut rambu-rambu itu terpasang 80 kilometer per jam. Ini kenapa kami menerapkan pasal tersebut (Pasal 311),” tegasnya.

 

Latif Usman mengimbau, agar peristiwa kecelakaan ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat supaya tidak melakukan kegiataan yang membahayakan ketika berkendara, semisal bermain ponsel atau memacu kendaraan di luar batas ketentuan. Sebab, sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan kecelakaan fatal.

“Kepada masyarakat ini menjadi pembelajaran. Tolong jangan apabila kita dalam mengemudi yang sudah diketahui bisa membahayakan orang lain, ini bukan main-main, Pasal 311 ayat 5 korban meninggal dunia sampai 12 tahun,” tandasnya.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.