Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr Keven Tali SpOG mengingatkan bahwa infeksi human papillomavirus (HPV) dapat menyebabkan tidak hanya kanker serviks juga kanker

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr Keven Tali SpOG mengingatkan bahwa infeksi human papillomavirus (HPV) dapat menyebabkan tidak hanya kanker serviks juga kanker

Tips55 Dilihat

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr Keven Tali SpOG mengingatkan bahwa infeksi human papillomavirus (HPV) dapat menyebabkan tidak hanya kanker serviks juga kanker anus karena adanya kemiripan sel.

“Sel-sel di serviks mirip dengan sel di anus sehingga daerah itu lebih sensitif terhadap virus,” ujar dia dalam diskusi kesehatan bertema “Perluas Cakupan, Perkuat Kesadaran: Bersama Capai Generasi Bebas Kanker Serviks” di Jakarta, Selasa (14/11/2023).

Keven menjelaskan bahwa HPV ditularkan melalui kontak seksual dan risiko tertular meningkat bagi mereka yang berganti-ganti pasangan, berhubungan intim terlalu dini, dan melahirkan anak lebih dari lima orang.

Selain menyebabkan kanker serviks dan kanker anus, infeksi HPV juga bisa mengakibatkan kutil kelamin. Menurut Keven, walaupun kutil sudah diobati, virus penyebabnya masih bisa berdiam di dalam tubuh dan muncul kembali saat imunitas tubuh menurun.

“Jangan anggap sepele, karena saat muncul kutilnya, bisa menulari pada orang lain. Bagi laki-laki, selain kutil kelamin, dia bisa terkena kanker penis,” tambah Keven.

Dalam upaya mencegah infeksi HPV, Keven menyarankan vaksinasi HPV. Vaksin ini dapat diberikan pada anak perempuan mulai usia 9 tahun sebelum aktif secara seksual, dengan dua dosis.

“Vaksin dapat melindungi dari penyakit yang tercakup oleh vaksin tersebut. Diberikan pada usia 9-14 tahun, dua dosis,” ungkap Keven.

Bagi yang sudah aktif secara seksual, disarankan mengenakan kondom, menjalani sirkumsisi (sunat), dan melakukan skrining HPV setiap 5-10 tahun sejak usia 30 tahun. Keven juga menyarankan deteksi dini melalui pap smear atau tes IVA, terutama bagi mereka yang sudah aktif secara seksual.

“Diharapkan semua lebih sadar dan mau memeriksakan diri untuk mengetahui apakah sudah ada virusnya atau belum. Vaksin HPV dan deteksi dini serta manajemen terapi sangat efektif untuk mencegah infeksi HPV,” tutupnya.