Drumer Foo Fighters, Taylor Hawkins, ditemukan tewas di kamar hotelnya di Bogota

oleh -208 Dilihat

Drumer Foo Fighters, Taylor Hawkins, ditemukan tewas di kamar hotelnya di Bogota, Kolombia, Jumat (25/3/2033) atau Sabtu WIB.

Grup band asal Amerika Serikat tersebut menggunggah pesan di Twitter untuk mengungkapkan kesedihan dan dukungan mereka untuk keluarganya.

Hawkins dilaporkan ditemukan tewas di kamar hotelnya di Bogota, Kolombia, menurut laporan berita lokal awal. Dia menikah dengan Alison Hawkins pada tahun 2005, dan memiliki dua anak, Oliver dan Annabelle.

“Keluarga Foo Fighters hancur oleh kehilangan tragis dan dini dari Taylor Hawkins tercinta kami,” tulis band itu di Twitter. “Semangat musiknya dan tawa yang menular akan hidup bersama kita semua selamanya,” tulis Foo Fighter lagi.

“Hati kami tertuju pada istri, anak-anak, dan keluarganya, dan kami meminta privasi mereka diperlakukan dengan sangat hormat di masa sulit yang tak terbayangkan ini.”

Taylor Hawkins lahir di Fort Worth, Texas pada 17 Februari 1972, tetapi dibesarkan di Laguna Beach, California. Sejak kecil ia menunjukkan kemampuan dan kepekaan musik yang sangat kuat.

Dia belajar piano dan suka bermain gitar, tetapi setelah mendengarkan permainan pemukul drum The Police, Steward Copeland, dia mengalihkan semua perhatiannya ke instrumen perkusi. Selain Copeland, Hawkins juga mengagumi ritme dan gaya drumer Queen Roger Taylor dan dari waktu ke waktu kerap menyanyikan Somebody to Love.

Ketika penggebuk drum William Goldsmith meninggalkan Foo Fighter, pentolan band itu Dave Grohl bertanya kepada Taylor apakah dia mengenal drumer hebat. Hawkins segera mengajukan diri dan bergabung dengan band legendaris ketika mereka merekam album kedua mereka The Color and The Shape. Dia membawa energi besar dalam lagu seperti Monkey Wrench, My Hero dan Everlong.

No More Posts Available.

No more pages to load.