Dua mobil pemudik mengalami kerusakan parah seusai mengalami kecelakaan di jalur tengkorak di ruas Jalan Wates, Padukuhan Kalimenur, Kalurahan Sukorejo

 Dua mobil pemudik mengalami kerusakan parah seusai mengalami kecelakaan di jalur tengkorak di ruas Jalan Wates, Padukuhan Kalimenur, Kalurahan Sukorejo

Nasional437 Dilihat

 Dua mobil pemudik mengalami kerusakan parah seusai mengalami kecelakaan di jalur tengkorak di ruas Jalan Wates, Padukuhan Kalimenur, Kalurahan Sukorejo, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo, Yogyakarta Jumat (12/4/2024) malam.

Kecelakaan ini melibatkan pemudik yang hendak bertolak menuju Bandung, Jawa Barat.

Kasus kecelakaan tersebut terjadi ketika sedan Brio putih bernopol AA 1580 TJ yang dikemudikan oleh Widan Ritofani (27), warga Kebumen, Jawa Tengah melaju dari arah Wates dengan kecepatan sedang.

Tiba di lokasi kejadian, mobil tersebut melebar ke arah kanan yang diduga ada pengendara sepeda motor yang mencoba masuk jalur di sisi kiri mobil.

Secara bersamaan dari arah berlawanan melaju Toyota Avanza bernopol D 1570 XGQ yang dikemudilan oleh Fahmi Fauzi (24), warga Cileungsi, Bandung, Jawa Barat yang mengangkut enam pemudik.

Lantaran terkejut mobil dari arah depan masuk lajur lawan, pengemudi minibus tidak bisa menghindari tabrakan.

“Untuk kronologi sementara mobil Brio melaju dari arah barat ke timur berjalan ke kanan melebihi marka, sementara dari timur ke barat melaju mobil Avanza sehingga terjadi laka lantas,” kata Penyidik Unit Gakkum Satlantas Polres Kulonprogo, Aipda Nuryanto .

Mobil minibus sempat oleng dan melintang di tengah jalan hingga menyebabkan kemacetan, sedangkan Brio terus melaju hingga menabrak pembatas jalan dan mengalami kerusakan parah pada bagian depan.

Akibat kecelakaan, penumpang dan pengemudi minibus dilarikan ke RSUD Wates untuk mendapatkan perawatan medis lantaran mengalami luka ringan. Sementara bangkai kedua mobil diamankan di Mapolres Kulonprogo untuk dijadikan sebagai barang bukti.

“Korban penumpang dan pengemudi Avanza, luka ringan 6 orang,” ungkap Aipda Nuryanto.