Dua sejoli, Dilan dan Milea semakin melekat di hati para penikmat film Indonesia

0 75

Dua sejoli, Dilan dan Milea semakin melekat di hati para penikmat film Indonesia. Setelah berhasil menggaet jutaan penonton di dua seri sebelumnya, kini Milea: Suara dari Dilan siap menjemput calon penonton yang merindu.

Tepat rilis di bulan penuh kasih sayang, film produksi Max Pictures ini kembali mengajak para pecinta cerita Dilan dan Milea untuk menarik kembali memori yang tertanam di film Dilan 1990 dan Dilan 1991. Karya film yang diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq ini akan menyajikan kisah yang sama, tetapi dari sudut pandang yang berbeda.

Penikmat film yang belum membaca novel tersebut, Milea: Surat dari Dilan ini menceritakan tentang bagaimana lika-liku hubungan cinta dan pertemanan dari sudut pandang karakter utama pria, alias Dilan. Sedangkan pada karya sebelumnya, Pidi Baiq meminjam memori dari Milea untuk mengisahkan romansa ke duanya semasa SMA.

Bagi sebagian orang mungkin kisah mereka terasa dangkal dan sederhana. Namun, tidak sedikit juga yang merasa kisah Dilan dan Milea ini adalah bentuk dari relationship goal, sebutan kekinian untuk dua orang yang memiliki kisah cinta yang sempurna.

Dalam film ini, penonton akan menyaksikan banyak sekali adegan kilas balik dari dua film sebelumnya. Meski diulang, ternyata adegan-adegan itu justru mampu membuat penonton merasa merona. Terlebih, dengan gaya bahasanya yang khas, Dilan juga berhasil membawa penonton untuk turut merasakan putaran emosi yang berbeda-beda setiap kali membicarakan Milea.

Jalan cerita di film ini pun memperlihatkan pergulatan batin Dilan saat terjebak dalam dua pilihan. Memilih untuk menjalin kasih dengan Milea atau menjaga komitmennya sebagai Panglima Tempur di geng motornya. Meski sulit, Dilan harus memilih salah satu di antaranya, dan menerima konsekuensi yang telah menanti.

Dilan pun akhirnya menerima kenyataan setelah Milea menyudahi hubungan untuk melanjutkan kehidupannya. Hingga reuni akbar tiba dan membawa Dilan kembali bertemu Milea, dengan tunangannya.

Masih diperankan oleh pemain lama yakni Iqbaal Ramadhan sebagai Dilan, dan Vanesha Prescilla sebagai Milea, film seri ke tiga ini dijamin akan menguras lebih besar emosi penonton. Bukan karena sekadar melihat percintan sepasang dua remaja ini saja, tetapi juga karena porsi keluarga yang lebih kental dibandingkan sebelumnya.

Bila dibandingkan dengan dua film sebelumnya, Milea: Suara dari Dilan memang menjawab banyak pertanyaan yang masih tersimpan dan menggambarkan bagaimana seorang pria merasah patah hati. Terlebih, saat kepergian ayahnya, emosi Dilan semakin menjadi-jadi.

Dalam film ini, Iqbaal Ramadhan bermain begitu apik, dirinya semakin matang. Penonton bisa melihat hancurnya hati Dilan hanya dari sorotan mata Iqbaal dan acuhnya saat menjawab telepon dari Milea usai berpisah. Sedangkan Vanesha Prescilla mampu membawa karakter Milea semakin dewasa.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ