Dua wakil tunggal putri Indonesia harus mengakhiri langkah lebih cepat di turnamen Thailand Terbuka 2021

oleh -478 views

Dua wakil tunggal putri Indonesia harus mengakhiri langkah lebih cepat di turnamen Thailand Terbuka 2021 di Bangkok. Ruselli Hartawan akhirnya mengikuti jejak Gregoria Mariska Tunjung yang sudah tersisih kemarin.

Sementara pasangan andalan Indonesia yang lain; Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menjaga asa dengan melaju ke babak kedua.

Penampilan Ruselli pada laga di Impact Arena, Bangkok, Rabu (13/1/2021), memang tidak berkembang. Hari ini performanya tidak bagus. Langkah kakinya terasa berat ketika bertarung di babak pertama turnamen berhadiah total 1 juta dolar AS ini.

Dia selalu dalam tekanan. Dampaknya, Ruselli langsung tersingkir di partai pembuka usai dikalahkan pemain tuan rumah, Supanida Katethong, 14-21, 16-21.

“Kesulitan penampilan saya tadi adalah, dari awal saya masuk ke pola permainan lawan. Sulit keluar dari tekanan dan tidak bisa konsisten. Jadi permainannya diatur terus. Bola-bola lawan memang lumayan bagus, apalagi bola belakangnya,” sebut Ruselli dalam keterangan PBSI Rabu (13/1/2021).

“Hari ini kondisi Ruselli tidak bagus. Langkah kakinya berat, sehingga tidak yakin bermain reli. Ketika dia ingin memperlambat tempo permainan, buangan bolanya juga kurang ke belakang, sehingga mudah dimatikan lawan,” kata Rionny Mainaky, Kabid Binpres PP PBSI yang juga merangkap pelatih tunggal putri.

Dengan kekalahan Ruselli, tidak ada wakil Indonesia di tunggal putri yang tersisa. Pasalnya, di hari pembuka, Selasa (12/1), Gregoria Mariska Tunjung juga sudah tersingkir setelah kalah dari Sung Ji-hyun (Korea Selatan), 21-15, 15-21, 14-21.

728×90 Leaderbord

Setelah Gregoria dan Ruselli tersisih di pertandingan pertama, menurut Rionny, dirinya terus memompakan semangat agar keduanya jangan sampai kalah lagi pada turnamen kedua di Toyota Thailand Terbuka, pekan depan kekalahan itu harus menjadi cambuk untuk bangkit. Dia pun ingin agar kedua pemain bermain lebih lepas dan lebih menekan sejak awal.

Sebagai bagian dari evaluasi kekalahannya, Ruselli menyebut dirinya harus bisa meningkatkan pertahanan. “Saya harus meningkatkan defense. Saya harus lebih rapat. Selain itu, jangan banyak mati sendiri. Saya juga harus lebih berani,” tambah Ruselli.

“Dari pertandingan ini, pokoknya jangan mencari-cari alasan kekalahan. Seperti menyalahkan kondisi lapangan yang berangin. Sebaliknya, keduanya setiap saat harus berpikir untuk mencari solusi untuk bisa mencari angka dan memenangi pertandingan. Di pertandingan berikut, saya harapkan keduanya harus bisa bermain lebih maksimal,” papar Rionny.

Dari nomor ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu merebut tiket ke babak kedua. Dalam laga pembuka, Rabu (23/1), unggulan kelima ini sukses menggusur wakil Kanada, Rachel Honderich/Kristen Tsai. Dalam laga selama 41 menit, Greysia/Apriyani menang 21-12, 21-11.

“Di awal gim pertama, kami memang masih cari pola, adaptasi dengan suasana pertandingan karena sudah lama sekali tidak merasakan tanding. Tapi kami sudah mempersiapkan dengan maksimal di luar lapangan. Jadi tadi sudah sangat siap,” kata Apriyani.

“Lawan bermain bagus. Pertahanannya rapat, tetapi alhamdulillah bisa kami bisa lewati,” tukas Apriyani.

Sayang, langkah Greysia/Apriyani tidak diikuti juniornya, Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Pada pertandingan Selasa (12/1), malam, Ribka/Fadia dikalahkan Emilie Lefel/Anne Tran (Prancis), 17-21, 17-21.

“Ya cukup disayangkan Ribka/Fadia tidak bisa melaju ke babak selanjutnya. Tetapi kami mau fokus saja dengan penampilan kami. Tidak ada tekanan yang terlalu berlebih. Buat besok mau menyiapkan semua yang harus disiapkan,” komentar Apriyani lagi.

Di babak kedua, Greysia/Apriyani bakal ditantang wakil tuan rumah, Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai.

“Saya sama Kak Greysia memang sudah lama tidak bertanding bersama. Bahkan pada Home Tournament dan Simulasi Piala Uber lalu juga tidak main bareng. Tetapi tidak ada masalah untuk komunikasi dan kekompakan. Toh kami juga terus latihan bareng secara intensif,” jelas Apriyani lagi.

Sementara Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan memulai laga pembuka dengan hasil baik. Pasangan unggulan kedua ini berhasil mengatasi perlawanan juniornya, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Lewat laga selama 27 menit, The Daddies melaju ke babak kedua usai menang 21-14, 21-19.

“Hari ini alhamdullilah bisa menang. Excited juga sih masuk ke lapangan lagi setelah berapa bulan kita tidak ada pertandingan,” sebut Ahsan.

Di babak kedua, Hendra/Ahsan bakal bersua pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.

“Untuk pertandingan selanjutnya, buat saya sendiri, ya harus lebih fokus lagi. Lebih tenang lagi, lebih fokus, dan siap saja untuk pertandingan besok lawan pasangan India. Saya rasa mereka punya power smash yang cukup kencang, lobnya juga cukup bagus. Kita sebisa mungkin bisa menyiasati strateginya. Yang penting fokus saja,” tutur Ahsan.

Kemenangan juga dipetik pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Juara All England 2020 ini melaju ke babak kedua setelah mengatasi perlawanan Niclas Nohr/Amalie Magelund (Denmark), 21-17, 21-16.