Duel melawan Justin Gaethje bisa jadi menjadi pertarungan paling emosional sepanjang karier seorang Khabib Nurmagomedov

oleh -34 Dilihat

Duel melawan Justin Gaethje bisa jadi menjadi pertarungan paling emosional sepanjang karier seorang Khabib Nurmagomedov. Ini menjadi duel pertama petarung asal Dagestan itu tanpa didampingi sang ayah, Abdulmanap yang meninggal dunia pada bulan 3 Juli lalu karena terpapar Covid-19.

Meski tanpa didampingi sang ayah, Khabib tetap menunjukkan kegarangan bak “Beruang Kutub” menghadapi Goethje. Khabib berhasil menaklukkan Gaethje di ronde kedua melalui submission.

Tak ada teriakan dan luapan kegembiraan usai wasit menyatakan dirinya menang. Khabib langsung bersujud sambil menangis beberapa detik. Tak lama sang lawan, Gaethje mendatangi dan berusaha menghiburnya. Khabib kemudian disambut timnya yang memberikan handuk untuk menutup wajahnya yang sedang menangis.

Begitu mengharukan. Khabib pastinya mengingat mending ayah yang sudah membesarkan dan juga melatihnya sampai menjadi seorang petarung yang tidak terkalahkan. Khabib semakin emosional setelah dia mengumumkan laga melawan Gaethje menjadi yang terakhir dalam kariernya karena dia memutuskan pensiun.

Keputusannya pensiun diambil dengan melepaskan ego-nya sebagai pribadi. Khabib lebih memilih menuruti kemauan sang ibu, yang tidak ingin melihatnya bertarung tanpa didampingi sang ayah.

“Hari ini adalah pertarungan terakhir saya. Tidak mungkin lagi saya bertarung tanpa ayah saya,” kata Khabib usai duel kontra Gaethje.

“Ketika UFC memberUi tahu saya soal pertarungan dengan Gaethje, saya bicara dengan ibu, tiga hari setelah ayah berpulang,” ucapnya.

“Ibu tidak ingin saya bertarung tanpa ayah, tetapi saya berjanji pada ibu bahwa ini adalah yang terakhir. Ketika saya sudah berjanji, saya harus menepatinya,” kata Khabib.

Tak lupa dalam kesempatan tersebut Khabib mengucapkan terima kasih kepada Gaethje. “Terima kasih banyak Justin. Pada 2016 saya ingat, saat saya mengurangi berat badan, kamu banyak membantu saya. Terima kasih saudaraku,” ucap Khabib.

Khabib juga menyelipkan pesan mengeyentuh kepada Gaethje.

“Saya tahu kamu pria yang luar biasa dan saya tahu bagaimana kamu menjaga orang-orang terdekat kamu. Saya tahu banyak hal tentang kamu. Tetap dekat dengan orang tua kamu karena suatu hari itu akan terjadi. Kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari, kamu tidak akan pernah tahu.”

Kemenangan atas Gaethje membuat Khabib sukses mempertahankan sabuk juara kelas ringan UFC dan mengukuhkan dirinya sebagai petarung tidak terkalahkan (29-0) sepanjang kariernya. Permintaan khusus disampaikan Khabib kepada UFC.

Petarung 32 tahun itu meminta kepada UFC untuk menjadikannya sebagai petarung peringkat pertama dalam ranking pound-for-pound.

“Permintaan terakhir saya buat UFC adalah kalian harus menjadikan saya petarung nomor 1 pound-for-pound di dunia karena saya layak mendapatkannya. Saya juara sejati di kelas ringan tanpa terkalahkan. Terima kasih untuk semuanya,” ucapnya.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.