Dunia voli putri kehilangan salah satu pemain terbaiknya, Aprilia Manganang. Pemain asal Manado ini tidak akan pernah lagi bermain voli putri di berbagai kompetisi

oleh -848 views

Dunia voli putri kehilangan salah satu pemain terbaiknya, Aprilia Manganang. Pemain asal Manado ini tidak akan pernah lagi bermain voli putri di berbagai kompetisi. Ia kini seorang laki-laki.

Menengok kembali kiprahnya di dunia voli nasional dan juga internasional, semua orang akan bersorak ketika dia menyemes. Pemain berusia 28 tahun ini mampu melompat tinggi, dan smesnya di atas blok lawan, sehingga dengan mudah menukik lapangan musuh.

Aprilia memang begitu garang saat mendapat umpang dari toser. Pengumpan sepertinya tidak perlu bekerja keras saat memberi bola kepadanya. Bola sesulit apa pun, dapat dismes oleh Aprilia.

“Saya kangen, dan tidak akan menjadi “pelayan” dia lagi di lapangan,” kata toser Bandung Bank Jabar, Komang Bumi Rekta.

Komang terakhir bermain bersama Aprilia dalam tim yang sama tahun lalu, di Proliga 2020. “Banyak cerita atau kenangan bermain bersama dia. Dia orang tanggung jawab kalau bermain. Di luar lapangan, dia seperti pelawak, suka melucu,” kata toser kelahiran Tangerang ini.

“Tingkahnya lucu, dan ada saja aksinya. Sungguh jenaka. Itu di luar lapangan. Di dalam lapangan, bola apa pun yang saya berikan, selalu diterima dengan baik. Dia tidak pernah marah kalau umpan saya jelek,” kata mantan toser timnas Indonesia ini.

Komang mengatakan, Manganang bersaudara sangat baik. Aprilia memang mempunyai kakak, yaitu Amasya, yang juga pemain voli. “Mereka begitu baik bagi saya, dan mungkin juga bagi teman-teman lain,” katanya.

Pemain lain, Ratri Wulandari, juga mengatakan hal serupa. Ratri, yang pernah satu tim dengan Aprilia pada 2018, mengungkapkan, seniornya itu memberikan banyak ilmu kepadanya. Apalagi, posisi keduanya sama, open spiker.

Saat Aprilia mengalami cedera pada Proliga 2018, Ratri, yang saat itu masih 16 tahun menggantikan posisinnya. “Saya banyak mendapatkan ilmu dari kak Aprilia. Saya belajar banyak dari dia,” kata Ratri.

Di hampir semua tim yang dibela, Aprilia selalu membawa gelar juara. Dia tiga kali juara Proliga bersama Jakarta Electric PLN dan sekali bersama Jakarta Popsivo PGN Polwan.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan, mantan pemain timnas voli putri Indonesia, Aprilia Manganang, adalah laki-laki. Saat ini, Aprilia merupakan anggota TNI AD berpangkat serda.

“Dia tidak seberuntung kita semua. Saat dilahirkan dia punya kelainan pada sistem reproduksinya, yang dalam terminologi kesehatan disebut hipospadia,” tutur Andika di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2021).

No More Posts Available.

No more pages to load.