Evan Laksmana, mengatakan respon Indonesia belum cukup untuk menghadapi Tiongkok dalam konflik di Laut Natuna Utara

oleh -181 views

Peneliti senior dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Evan Laksmana, mengatakan respon Indonesia belum cukup untuk menghadapi Tiongkok dalam konflik di Laut Natuna Utara. Indonesia sejauh ini mengambil 3 kebijakan utama yang hanya bisa meredakan situasi krisis, tapi tidak menyelesaikan masalah sesungguhnya.

“Respon Indonesia hanya cukup untuk konsumsi dalam negeri saja, tapi tidak mencukupi untuk permasalahan lebih besar di Laut Natuna Utara,” kata Evan dalam webinar bertema “Penilaian Ancaman Kebijakan Tiongkok di Laut China Selatan (LCS)” yang digelar oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Rabu (9/6/2021).

Menurut Evan, masalah di Laut Natuna Utara adalah pemerintah Tiongkok menganggap sebagian dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia berada di wilayah yang diklaimnya sebagai area pencarian ikan. Namun, Indonesia menolak klaim Tiongkok atas sebagian besar ZEE tersebut. Artinya, berdasarkan Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS), perselisihan Indonesia hanya dengan Vietnam dan Malaysia.

“Oleh karena itu, Indonesia menganggap bahwa penyusupan yang dilakukan pemerintah Tiongkok  sebagai masalah hukum maritim dan bukan perselisihan Laut China Selatan,” kata Evan.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.