FGD SAHLI KASAD: BAGAIMANA SATKOWIL BERIKAN BANTUAN KEMANUSIAAN SAAT BENCANA ALAM

oleh -201 views

 

Jakarta. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat risiko bencana alam yang tertinggi di dunia (high risk disaster country). Kondisi geologis, geomorfologis, dan iklim tropis berdampak pada munculnya ancaman bencana alam dari banjir, erosi, angin puting beliung, letusan gunung berapi, gempa vulkanik, tsunami, kebakaran hutan, kecelakaan transportasi, sampai dengan kegagalan teknologi. Memperhatikan kerawanan dan dampak dari bencana alam tersebut membuat TNI merasa berkewajiban untuk berperan aktif dalam penanggulangan bencana alam, sebagaimana tertuang dalam amanat UU Nomor 34/2004 tentang TNI khususnya pasal 7 ayat (2) b yakni membantu dan menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan. Ini merupakan bagian dari tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) TNI, menindaklanjuti kompleksitas masalah yang terjadi Staf Ahli (Sahli) Kasad Bidang Bantuan Kemanusiaan di bawah pimpinan Pa Sahli Tk III Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, M.D.A. dan Pa Sahli Tk II Kasad Bidang Banusia Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo, S.I.P. menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD), bertempat di Aula Dharmagati Ksatria Jaya Pusbekangad, Kramat Jati, Jakarta Timur (16/06/2021).
Kegiatan FGD kali ini melibatkan Kemendagri (Direktorat Manajemen), Kemensos (Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial), BNPB, Staf Umum AD, Balakpus, Kotama jajaran TNI AD (Kodam VI/Mlw, Kodam XIV/Hsn, dan Korem 142/Tatag), Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Bencana Unhan, Artha Graha Peduli, dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, tentu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam rangka turut serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Bertindak selaku narasumber adalah Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P. dengan materi berjudul “Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi di Provinsi Sulbar,” Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Bapak Jarwansah, S.Pd, M.M. mengambil judul “Meningkatkan Koordinasi Pemberian Bantuan Kemanusiaan dalam Penanggulangan Bencana Antar-Pemangku Kepentingan”, dan Ketua Umum Artha Graha Peduli Bapak Heka Hertanto dengan judul “Peran Sipil dalam Mendukung Tugas TNI AD”.
Koorsahli Kasad, Letjen TNI Wisnoe P.B dalam sambutan pembukaan FGD antara lain mengatakan “Dalam rangka tugas OMSP itulah TNI terlibat di berbagai penanggulangan bencana di seluruh wilayah tanah air. Awal Januari 2021 lalu misalnya, ketika terjadi bencana tanah longsor di Sumedang Jabar, gempa bumi di Mamuju Sulbar, dan banjir bandang di Kalsel, pada tahap awal banyak pihak yang tergerak hatinya membantu warga terdampak bencana mempercayakan penyaluran bantuan kemanusiaan mereka ke pihak TNI. Respon cepat dan tepat termasuk dalam pengiriman dan penyaluran bantuan utamanya pada periode awal bencana inilah yang membutuhkan perencanaan, koordinasi, dan juga sinergi yang baik antara TNI dengan penanggung jawab utama penyelenggaraan penanggulangan bencana di wilayah tersebut.”

“Sinergi Satuan Komando Kewilayahan TNI AD dengan Pemerintah Daerah, lanjut Wisnoe dalam penanggulangan bencana sudah berlangsung dengan relatif baik selama ini. Kendati demikian, disadari hal itu dilakukan di tengah masa terbatasnya kemampuan dan kekuatan Satkowil, baik dari aspek SDM, alutsista, sarana prasarana, maupun peranti lunaknya. Sementara medan wilayah yang dihadapinya beragam dan tidak selalu mudah dihadapi.”

“Keterbatasan ini pada gilirannya berpengaruh terhadap kegiatan penyaluran terhadap kegiatan penyaluran bantuan kemanusiaan yang dituntut terlaksana dengan efektif dan efisien, agar warga terdampak bencana segera dapat merasakan manfaat dari bantuan yang diterimanya. Sebaliknya, ungkap Wisnu pelaksanaan bantuan yang kurang baik, berisiko memunculkan permasalahan sosial, berupa konflik an…

No More Posts Available.

No more pages to load.