Film-film Hollywood mengalami penurunan pendapatan box office sebesar 80 persen yang belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan Amerika Utara

oleh -531 views

Film-film Hollywood mengalami penurunan pendapatan box office sebesar 80 persen yang belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan Amerika Utara, di sepanjang tahun 2020.

Seperti dilansir dari Reuters, Kamis (14/1/2021), penurunan nilai pendapatan tersebut terjadi karena imbas pandemi virus corona, yang menyebabkan bioskop dan studio film terpaksa menutup pintunya selama beberapa bulan dan menahan peluncuran sejumlah film baru.

Perusahaan riset Comscore menyatakan, kawasan Amerika Utara, meliputi Amerika Serikat (AS) dan Kanada, menghasilkan US$ 2,2 miliar atau setara Rp 30,8 triliun (kurs Rp 14.027 per dolar) pada 2020, dibandingkan dengan US$ 11,4 miliar (Rp 159,9 triliun) selama 2019. Angka tersebut merupakan level terendah dalam 40 tahun terakhir.

Pendapatan terendah sebelumnya untuk penerimaan box office di kawasan Amerika Utara terjadi pada tahun 1981, dengan total US$ 918 juta selama satu tahun, ketika film Superman II menjadi film terbesar.

Pandemi Covid-19 telah memaksa jaringan bioskop di seluruh dunia harus menutup operasionalnya pada pertengahan Maret, yang menyebabkan sejumlah operator bioskop menuju ambang kebangkrutan.

Selain itu, sebanyak 274 film, termasuk film laris seperti No Time to DieTop Gun: Maverick dan film aksi Fast and Furious kesembilan, juga harus dipindahkan tanggal peluncurannya ke 2021.

Pemindahan jadwal peluncuran tersebut, membuat film Bad Boys for Life milik Sony Pictures yang diluncurkan pada bulan Januari tahun lalu, tercatat sebagai film berpenghasilan tertinggi di kawasan Amerika Utara pada 2020 dengan total nilai pendapatan mencapai US$ 206 juta.

728×90 Leaderbord

Raihan tersebut, berbanding sangat jauh dengan film peraih pendapatan terbanyak 2019, Avengers: Endgame yang merajai box office di kawasan Amerika Utara dengan nilai US$ 858 juta.