Film “Ketika Berhenti di Sini” akan menggali lebih dalam mengenai perasaan kehilangan yang pernah dialami setiap orang

 Film "Ketika Berhenti di Sini" akan menggali lebih dalam mengenai perasaan kehilangan yang pernah dialami setiap orang

Diva News546 Dilihat

Film “Ketika Berhenti di Sini” akan menggali lebih dalam mengenai perasaan kehilangan yang pernah dialami setiap orang.

“Saya mengeksplorasi rasa kehilangan. Karena berangkat dari premis bagaimana manusia berdamai dengan kehilangan. Tidak mudah untuk kita semua berdamai dengan kehilangan kita sendiri, bagaimana kita menghadapi semua rasa lelah kita dengan kehilangan,” ujar sutradara Umay Shahab saat acara konferensi pers peluncuran trailer film “Ketika Berhenti di Sini” di kawasan Pegangsaan Barat, Jakarta Pusat pada Rabu.

Unsur perasaan kehilangan kemudian dipadukan dengan imajinasi jika suatu saat seseorang dapat berkomunikasi kembali dengan orang terdekat yang sudah tiada.

“Berawal dari pertanyaan ‘bagaimana kalau suatu saat kita bisa berkomunikasi lagi sama mereka yang sudah tiada atau sama siapapun yang kita mau?’ Setelah muncul pertanyaan itu nyambung terhadap konsep kehilangan ini gimana kalau misalkan orang kita pilih adalah orang yang udah ga ada di hidup kita,” kata Umay.

Pemeran sekaligus produser film “Ketika Berhenti di Sini”, Prilly Latuconsina, mengatakan cerita dalam film garapannya bersama Umay akan terasa “relate” dengan penontonnya karena mengangkat tema kehilangan yang dirasakan setiap orang.

“Setiap orang pasti pernah merasakan kehilangan ga harus kehilangan karena meninggal, tapi ga banyak orang yang tau cara mengobatinya. Di film ini kita diajarkan gimana melanjutkan hidup setelah kita mengalami kehilangan,” ujar Prilly yang turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Prilly menambah selain rasa kehilangan, film “Ketika Berhenti di Sini” juga memiliki unsur cerita pertemanan, hubungan asmara, dan kekeluargaan.

“Ketika Berhenti di Sini” menceritakan seorang wanita bernama Dita (Prilly Latuconsina) yang berusaha memahami perasaan kehilangan dan mencoba untuk merelakan kepergian kekasihnya, Ed (Bryan Domani), yang meninggal dalam sebuah kecelakaan.

Kisah film “Ketika Berhenti di Sini” dibumbui unsur fiksi sains dengan hadirnya sebuah teknologi yang memungkinkan Dita untuk berkomunikasi kembali dengan mendiang kekasihnya.

Dalam cuplikan trailer film yang diluncurkan hari ini, diperlihatkan adegan ketika Dita mendapatkan sebuah kacamata yang mampu menciptakan dunia virtual sekaligus “menghidupkan” sosok Ed layaknya cara kerja perangkat realitas virtual (virtual reality).

Umay menjelaskan proses riset dan pengembangan untuk menghadirkan teknologi realitas virtual pada film garapannya itu dibantu oleh temannya yang ahli dalam bidang terkait dan memakan waktu hampir satu setengah tahun.

Film “Ketika Berhenti di Sini” menjadi kali kedua kolaborasi antara Umay Shahab dan Prilly Latuconsina setelah sebelumnya bersama-sama menggarap film “Kukira Kau Rumah” yang tayang pada 2022 lalu.

Film tersebut dibintangi oleh deretan aktor dan aktris beken tanah air seperti Prilly Latuconsina, Refal Hady, Bryan Domani, Lutesha Sadewa, Sal Priadi, Widyawati, Cut Mini Theo, Satrya Ghozali, dan lainnya.

“Ketika Berhenti di Sini” akan tayang perdana di bioskop Indonesia pada 27 Juli mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *