Fokus Pada Pencarian Jenazah Serta CVR, TNI AL Tetap Kerahkan Unsur dan Tim Gabungan Penyelam di Lokasi Jatuh Sriwijaya SJ 182

oleh -1.163 views

 

Misi kemanusiaan pencarian korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hari kesembilan, TNI AL tetap fokuskan kepada pencarian jenazah korban serta rekaman suara kokpit (cockpit voice recorder/CVR) dan serpihan pesawat di titik jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Minggu (17/1/21)

“Hari ini tetap fokus pada objek pencarian, jenazah tetap yang utama, karena ini menjadi harapan bagi keluarga korban,” kata Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksda TNI Abdul Rasyid K di Posko SAR TNI AL Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Meski demikian Pangkoarmada I mengatakan Tim SAR Gabungan, khususnya TNI AL tetap melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat dan CVR pesawat SJ 182.

“Serpihan juga tetap dievakuasi, apabila kita melihat kondisi beacon yang ditemukan beberapa hari lalu ada kemungkinan CVR tertutup oleh serpihan pesawat,” ujar Pangkoarmada I

Terkait dengan CVR, Pangkoarmada menjelaskan bahwa penemuan terakhir adalah bagian luar CVR, sedangkan komponen inti yang menyimpan rekaman percakapan di dalam kokpit pesawat sampai dengan saat ini masih dilakukan pencarian.

“Pagi tadi Tim Gabungan Penyelam TNI AL sudah turun. Mereka akan menyusur kembali spot-spot yang menjadi objek pencarian korban. Khusus untuk masalah CVR, bahwa sampai saat ini belum kita temukan. Mudah-mudahan pada hari kesembilan ini, bisa dimaksimalkan untuk menemukan apa yang menjadi harapan kita sekalian,” pungkasnya.

728×90 Leaderbord

Diketahui sebelumnya, TNI AL yang tergabung dalam Tim SAR Gabunga tengah melakukan pencarian korban pesawat jenis Boeing 737-500 Sriwijaya Air. Pesawat yang membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pekan lalu. SJ 182 dilaporkan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.