Gambar Pluto yang ditangkap oleh misi New Horizons NASA telah mengungkapkan kejutan baru

oleh -105 Dilihat
This image released by NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Southwest Research Institute on March 29, 2022, shows a perspective view of Pluto’s icy volcanic region. The surface and atmospheric hazes of Pluto are shown here in greyscale, with an artistic interpretation of how past volcanic processes may have operated superimposed in blue. - Strange lumpy terrain on Pluto unlike anything previously observed in the solar system indicates that giant ice volcanoes were active relatively recently on the dwarf planet, scientists said on March 29. The observation, which was made by analysing images taken by NASA's New Horizons spacecraft, suggests that Pluto's interior was hotter much later than previously thought, according to a new study in the Nature Communications journal. (Photo by Isacc HERERA and Kelsi SINGER / NASA/JOHNS HOPKINS UNIVERSITY/APPLIED PHYSICS LABORATORY/SOUTHWEST RESEARCH INSTITUTE / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO /NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Southwest Research Institute/Isaac Herrera/Kelsi Singer - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Gambar Pluto yang ditangkap oleh misi New Horizons NASA telah mengungkapkan kejutan baru, ada gunung berapi es besar di sana. Gambar itu diambil dari wahana ruang angkasa yang melakukan terbang lintas planet mini tersebut dan bulan-bulannya pada Juli 2015.

Pluto telah diturunkan statusnya menjadi planet mini pada tahun 2006 ketika International Astronomical Union membuat definisi baru untuk planet, dan Pluto tidak sesuai dengan kriteria.

Planet mini ini ada di tepi tata surya kita di Sabuk Kuiper, dan memiliki banyak objek beku di sana karena mengorbit jauh dari matahari. Dunia es, yang memiliki suhu rata-rata negatif 387 derajat Fahrenheit (negatif 232 derajat Celsius), adalah rumah bagi pegunungan, lembah, gletser, dataran, dan kawah. Jika Anda berdiri di permukaan, Anda akan melihat langit biru dengan salju merah.

Analisis foto baru menunjukkan, wilayah bergelombang di Pluto yang tidak terlihat seperti bagian lain dari dunia kecil, atau lingkungan kosmik kita lainnya.

“Kami menemukan bidang gunung berapi es yang sangat besar yang tidak terlihat seperti apa pun yang pernah kita lihat di tata surya,” kata penulis studi Kelsi Singer, ilmuwan peneliti senior di Southwest Research Institute di Boulder, Colorado.

Wilayah ini terletak di barat daya lapisan es Sputnik Planitia, yang menutupi cekungan tumbukan kuno yang membentang sejauh 621 mil (1.000 kilometer). Sebagian besar terbuat dari es bergelombang, dipenuhi dengan kubah vulkanik. Dua yang terbesar dikenal sebagai Wright Mons dan Piccard Mons.

Wright Mons tingginya sekitar 13.123 hingga 16.404 kaki (4 hingga 5 kilometer) dan membentang sejauh 93 mil (150 kilometer), sedangkan Piccard Mons tingginya mencapai sekitar kaki 22.965 kaki (7 kilometer) dan lebarnya 139 mil (225 kilometer).

Wright Mons dianggap memiliki volume yang sama dengan gunung berapi Mauna Loa di Hawaii, yang merupakan salah satu gunung berapi terbesar di Bumi.

Beberapa kubah yang diamati dalam gambar bergabung bersama untuk membentuk gunung yang lebih besar, kata Singer.

Tapi apa yang bisa menciptakan Gunung berapi es?.

Gunung berapi es telah diamati di tempat lain di tata surya kita. Terjadi karena berpindahnya material dari bawah permukaan ke atas permukaan dan menciptakan medan baru. Dalam hal ini, air yang dengan cepat menjadi es setelah mencapai suhu dingin di permukaan Pluto.

“Gunung es ini terlihat sangat berbeda dari gunung berapi mana pun di tata surya, baik gunung es atau gunung berapi berbatu,” kata Singer. “Mereka terbentuk sebagai gunung, tetapi tidak ada kaldera di puncaknya, dan mereka memiliki gundukan besar di sekitarnya.”

Pluto memiliki inti berbatu, para ilmuwan telah lama percaya bahwa planet ini tidak memiliki banyak pemanasan interior, yang diperlukan untuk memacu vulkanisme.

Tim peneliti juga mencatat, daerah tersebut tidak memiliki kawah tumbukan, yang dapat dilihat di seluruh permukaan Pluto, yang menunjukkan bahwa gunung berapi es aktif relatif baru-baru ini, dan interior Pluto memiliki lebih banyak sisa panas dari yang diperkirakan, kata Singer.

“Ini berarti Pluto memiliki lebih banyak panas internal daripada yang kita duga, yang berarti kita tidak sepenuhnya memahami cara kerja benda-benda planet,” katanya.

Gunung berapi es mungkin terbentuk “dalam beberapa episode” dan kemungkinan aktif sekitar 100 juta hingga 200 juta tahun yang lalu, yang secara geologis masih muda, tambah Singer.

No More Posts Available.

No more pages to load.