Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengatakan kekalahan yang dialaminya

0 36

Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengatakan kekalahan yang dialaminya pada perempat final Fuzhou Tiongkok Terbuka atau Fuzhou China Open 2019 hari ini disebabkan pola permainan lawan yang banyak menyerang, sehingga membuat mereka tertekan sepanjang pertandingan.

Dalam pertandingan babak perempat final Fuzhou China Open 2019 yang berlangsung pada Jumat (8/11/2019), Ahsan/Hendra ditaklukkan pasangan asal Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dalam dua gim dengan skor 13-21, 20-22.

“Mereka (Aaron/Soh) memang pemain yang bagus, dari sebelum-sebelumnya juga sudah bagus mainnya. Tadi kami banyak di-blok sama mereka, jadi kena serang terus, tertekan terus,” kata Hendra dikutip melalui laman badmintonindonesia.org, Jumat (8/11/2019).

Senada dengan Hendra, Ahsan juga mengakui keunggulan lawan. Dia juga sama-sama merasa tertekan akibat serangan-serangan yang dilancarkan oleh pasangan asal negeri jiran tersebut, mulai dari awal hingga akhir pertandingan.

“Kalau dibandingkan dengan pertemuan sebelum-sebelumnya, penampilan mereka kurang lebih sama. Tapi hari ini kami yang berbeda. Hari ini kami lebih banyak tertekan dan pengembalian bolanya juga sering telat,” tutur Ahsan.

Pria yang kini berusia 32 tahun itu menambahkan kekalahannya hari ini juga disebabkan kondisi fisik yang mulai menurun, terutama setelah menyelesaikan laga babak kedua pada Kamis (7/11/2019) kemarin.

“Pengaruh dari pertandingan kemarin pasti ada, yaitu kondisi jadi menurun. Tapi kami sudah berusaha semaksimal mungkin, khususnya ketika masuk di gim kedua tadi. Sayangnya, perjuangan kami masih belum berhasil,” ungkap Ahsan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Chat DJ