Gelandang Tim Nasional U-23 Indonesia Marc Klok mengatakan, dia seharusnya tidak mengambil penalti terakhir dalam adu tendangan penalti

oleh -174 Dilihat
Pesepak bola Timnas Indonesia Marc Klok (kanan) terjatuh setelah dilanggar pesepakbola Timnas Timor Leste Gumario Da Silva dalam laga lanjutan Grup A Sepak Bola SEA Games 2021 Vietnam diÊdi Stadion Viet Tri, Phu Tho, Vietnam, Selasa (10/5/2022).ÊANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.

Gelandang Tim Nasional U-23 Indonesia Marc Klok mengatakan, dia seharusnya tidak mengambil penalti terakhir dalam adu tendangan penalti pada laga perebutan medali perunggu sepak bola putra SEA Games 2021 kontra Malaysia, Minggu (22/5/2022).

“Sebelum adu penalti, pelatih Shin Tae-yong sebenarnya menyuruh saya mengambil penalti ketiga. Akan tetapi, saya berfirasat dan bilang ke pelatih mau menendang kelima,” ujar Klok, seperti dikutip dari laman PSSI di Jakarta, Senin (23/5/2022).

Shin, kata Klok, memenuhi permintaannya tersebut. Pesepak bola naturalisasi dari Belanda itu pun menjadi penendang pamungkas Garuda Muda yang berhasil memastikan Indonesia mendapatkan medali perunggu di SEA Games 2021.

Klok menyadari, tugas sebagai penyepak tendangan penalti terakhir bukanlah hal yang ringan. Dia mesti siap menerima kritikan hebat jika gagal mengeksekusinya.

“Saya mengetahui kalau saya mencetak gol, kita peringkat ketiga. Namun kalau gagal, warganet siap menghancurkan saya,” tutur pria berusia 29 tahun itu.

Akan tetapi, Klok tetap tenang lantaran dirinya sudah mengetahui ke arah mana dirinya mesti menendang.

“Saya senang dan tenang saat mengambil penalti karena sudah tahu mau menendang ke arah mana. Setiap usai latihan, saya selalu berlatih menendang penalti,” kata Klok, pemain klub Persib Bandung itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.