gerakan Muslim tertua di Mesir itu akan terkena sanksi ekonomi dan larangan masuk ke Amerika Serikat

oleh -110 views

dnewsradio.com – Pemerintah Amerika Serikat kemungkinan akan menyebut kelompok Ikhwanul Muslimin atau Muslim Brotherhood sebagai organisasi teroris setelah muncul imbauan dari Mesir.

Jika diputuskan demikian, gerakan Muslim tertua di Mesir itu akan terkena sanksi ekonomi dan larangan masuk ke Amerika Serikat. Di Timur Tengah, kelompok ini sudah memiliki sekitar 1 juta pengikut.

Menurut keterangan Gedung Putih, Selasa (30/4/2019), upaya mengkategorikan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris itu sedang dilakukan sekarang.

Langkah tersebut diambil setelah kunjungan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi ke AS pada 9 April lalu.

Sisi meminta Presiden AS Donald Trump untuk mengambil keputusan tersebut, menurut pemberitaan media-media di Amerika.

“Presiden telah berkonsultasi dengan tim keamanan nasional dan para pemimpin di kawasan yang punya perhatian yang sama dengannya, dan keputusan ini sedang digodok dalam proses internal,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders.

Mesir sendiri telah menyebut Ikhwanul Muslimin sebagai teroris. Sisi menggulingkan Presiden Mohammed Morsi — mantan pemimpin Ikhwanul Muslimin — pada 2013.

Begitu keputusan ini diambil nantinya, perusahaan atau perorangan yang berhubungan dengan kelompok tersebut akan dikenakan sanksi.

Menurut New York Times, langkah Trump ini memicu sengketa antara staf Gedung Putih dan Pentagon.

Penasihat Keamanan Nasional John Bolton dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mendukung langkah tersebut, tetapi para pengacara pemerintah dan diplomat mengingatkan potensi masalah hukum dan kebijakan yang mungkin timbul.

Bulan lalu, Gedung Putih memutuskan untuk menyebut pasukan elite Iran, Garda Revolusi, sebagai kelompok teroris. Ini pertama kalinya AS menyebut militer negara lain sebagai sebuah organisasi teroris.

Ikhwanul Muslimin didirikan pada 1928 oleh Hassan al-Banna, dan telah mendorong gerakan di seluruh dunia lewat aktivitas politik yang dipadukan dengan kegiatan amal.

Gerakan ini awalnya dimaksudkan untuk menyebarkan nilai-nilai Islam, tetapi kemudian menjadi gerakan politik. Di Mesir terutama, gerakan ini berjuang melawan koloni Inggris dan memberantas semua pengaruh dari Barat.

Dalam pemilu legislatif pertama sejak digulingkannya Presiden Hosni Mubarak pada Februari 2011, partai politik yang mewakili Ikhwanul Muslimin merebut kekuasaan dengan memenangi hampir separuh kursi parlemen Mesir.

Sejak Morsi disingkirkan, ribuan anggota kelompok itu sudah ditangkap.

No More Posts Available.

No more pages to load.