Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, data kontraksi atau penurunan ekonomi di ibu kota

oleh -242 views

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, data kontraksi atau penurunan ekonomi di ibu kota pada akhir 2020 sebesar 2,14 persen sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), perlu digarisbawahi penyebabnya.

“Jadi yang perlu digarisbawahi penyebabnya. Apa penyebabnya? Yakni interaksi berkurang, kegiatan transaksi menurun. Jadi, penyebabnya bukan karena salah hitung, bukan karena investasi,” ujar Anies di Jakarta, Kamis.

Anies menyebut situasi pandemi Covid-19 yang sampai sekarang masih berlangsung penyebab kontraksi ekonomi karena kegiatan transaksi jual beli antarwarga menjadi menurun sehingga menjadi penyebab mandeknya roda perekonomian di ibu lota.

Kendati demikian, Anies menyatakan pihaknya belum mau fokus mengatasi masalah perekonomian sebelum yang saat ini menjadi prioritas yakni penanganan pandemi Covid-19 tuntas.

“Supaya interaksi bertambah, warganya harus sehat. Mengembalikan kondisi ekonomi harus dimulai mengembalikan kondisi kesehatan,” ucapnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menilai perekonomian akan kembali stabil seiring dengan tertanganinya pandemi dan sudah bisanya masyarakat beraktivitas seperti biasa, sehingga kegiatan transaksi akan berangsur-angsur pulih.

“Dengan transaksi berjalan kembali, semua kegiatan yang memberikan nilai tambah bisa berjalan baik, begitu ada nilai tambah maka menghasilkan pertumbuhan ekonomi,” tutur Anies.

728×90 Leaderbord

Sebelumnya, BPS juga menyebut perekonomian Jakarta masih menunjukkan tren positif mengingat pada kuartal III, perekonomian Ibu Kota minus 3,83 persen.