Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memberikan klarifikasi dan bantahan lengkap soal isu gratifikasi rumah mewah

oleh -156 views

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memberikan klarifikasi dan bantahan lengkap soal isu gratifikasi rumah mewah dari pengembang reklamasi. Setidaknya terdapat tiga poin yang disampaikan orang nomor satu Jakarta tersebut dalam merespons isu gratifikasi rumah mewah dari pengembang reklamasi tersebut.

Pertama, Anies meminta masyarakat terutama para awak media dan jurnalis untuk bersikap kritis terhadap isu-isu dan berita yang beredar agar bisa dipastikan kebenaran dari isu tersebut. Bahkan menurut Anies, isu gratifikasi yang menerpanya ini bisa menjadi momentum untuk mengejar isu tersebut sampai dipastikan validitasnya.

“Saya rasa teman-teman media, bisa memanfaatkan ini untuk kesempatan kritis karena kalau ada berita seperti itu Anda kejar, di mana lokasinya, di mana alamatnya, di mana nomornya. Jadi beritanya itu lengkap,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (24/5/2021).

Kedua, kata Anies, penulis berita setidaknya mempunyai tanggung jawab untuk mendapatkan bukti atas tulisannya. Dengan bukti tersebut, nanti bisa menunjukkan sebuah isu dan berita sahih atau tidak. Anies menginginkan penulis bisa mengetahui detail rumah mewah yang dituduhkan kepadanya, mulai dari lokasi, alamat bahkan kepemilikan rumah tersebut.

“Jadi ini kesempatan buat teman-teman dan teman-teman bisa menunjukkan ini berita yang sahih atau berita yang tidak sahih karena tanggung jawab penulis berita adalah membuat bukti atas berita yang ditulis,” tandas Anies.

Ketiga, Anies menerapkan salah satu prinsip dalam hukum, yakni siapa yang mendalilkan, maka dia harus membuktikan. Bagi Anies, beban pembuktian isu tersebut tidak terletak pada dirinya, tetapi pada pihak-pihak yang telah menuduhnya.

Karena itu, Anies secara tidak langsung menantang pada penuduhnya untuk membuktikan jika rumah mewah tersebut gratifikasi terhadap dirinya. Anies juga sebenarnya punya hak menuntut balik para penuduhnya jika isu yang digulirkan tidak terbukti, namun dia tampaknya tidak mengambil langkah tersebut.

“Kalau yang disebutkan, saya tidak perlu membuktikan, yang membuktikan yang menuduh,” tegas Anies.

Sebelumnya terjadi perbincangan di media sosial terkait tuduhan Anies menerima rumah mewah dari pengembang Pulau Reklamasi. Rumah mewah ini disebutkan berada di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berdasarkan unggahan yang beredar, rumah mewah tersebut berlantai dua dan bercat putih dengan ornamen berwarna emas dan pagar hitam.

Jika ditelusuri menggunakan mesin pencarian Yandex Reverse Image Search, foto rumah yang yang sama telah lama diunggah di berbagai situs penjualan properti, seperti rumahdijual.com dan realoka.com. Lokasinya pun berada di Cipayung, Jakarta Timur.

Isu ini juga telah dibantah dengan keras oleh anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta Tatak Ujiyati yang menyebutkan, tuduhan rumah mewah dari pengembang reklamasi untuk Gubernur Anies Baswedan merupakan fitnah jahat. Tatak, anggota TGUPP bidang pencegahan korupsi, memastikan bahwa rumah tersebut bukanlah milik Anies

“Tadi saya sudah tanya memastikan. Ternyata rumah ini ya memang BUKAN rumah ABW (Anies Baswedan). Entah rumah milik siapa,” ujar Tatak di akun Twitter-nya @tatakujiyati, Sabtu (22/5/2021).

Tatak menantang orang yang mengunggah tuduhan bahwa rumah tersebut milik Anies untuk membuktikannya. Jika rumah tersebut bisa dibuktikan merupakan gratifikasi dari pengembang reklamasi, maka bisa langsung laporkan ke KPK, tulisnya.

“Coba ya yang nuduh tolong buktikan tuduhannya. Tuduhan gratifikasi itu kan urusan hukum, langsung saja laporkan KPK kalau punya bukti. Kecuali kalau memang tujuannya sekadar merusak nama baik,” tandas dia.

No More Posts Available.

No more pages to load.