Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengecam upaya pembunuhan anggota polisi lalu lintas 

oleh -240 views

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru mengecam upaya pembunuhan anggota polisi lalu lintas (polantas), Bripka Ridho Oktonardo oleh MI, di Pos Polisi Simpang Empat Jalan Angkatan 66, Sekip Ujung Palembang, Jumat (4/6/2021). Menurut Herman, polantas semestinya dapat dihormati, karena membantu keamanan dan ketertiban.

“Anggota polantas yang bertugas di jalan membantu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas seharusnya dihormati bukan dicelakai dengan ditikam menggunakan pisau seperti yang dilakukan tersangka MI kepada Bripka Ridho Oktonardo,” kata Herman seusai menjenguk Ridho di Rumah Sakit Bhayangkara, Palembang, Sabtu (5/6/2021).

Untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, Herman mengimbau petugas yang melakukan pelayanan kepada masyarakat di lapangan seperti polantas dan profesi lainnya agar selalu waspada.

“Kewaspadaan tinggi diperlukan dalam bertugas melayani masyarakat yang memiliki latar belakang budaya, pendidikan, dan ekonomi yang berbeda-beda,” kata Herman.

Herman memberi peringatan keras kepada masyarakat agar tidak melakukan perbuatan melawan petugas. Ditegaskan, tersangka pelaku upaya pembunuhan anggota polantas harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum.

“Siapa pun yang terbukti melakukan perbuatan melawan hukum harus ditindak tegas, sementara anggota polantas yang menjadi korban pantas diberikan penghargaan,” ucap Herman.

Sementara itu, Bripka Ridho menyatakan saat kejadian tengah bertugas di Pos Polisi Simpang Empat Lampu Merah Jalan Angkatan 66 Palembang. Ridho tiba-tiba dihampiri seorang pria yang tidak dikenal menanyakan arah suatu jalan.

Tanpa rasa curiga Ridho menjawab pertanyaan. Kemudian, pelaku langsung menikamkan pisau ke arah leher kiri. Untungnya di lokasi kejadian ada tiga anggota Satpol PP Palembang yang membantu menyelamatkan Ridho serta mengamankan pelaku, sebelum akhirnya datang Tim Jatanras Polda Sumsel.

Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri S mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi terkait kejadian dan latar belakang pelaku berinisial MI yang menikam Bripka Ridho.

“Pelaku masih dalam pemeriksaan intensif penyidik guna mengetahui kepastian motifnya, semua informasi akan didalami termasuk pengakuannya sebagai teroris seusai melakukan penikaman,” ujar Eko.

No More Posts Available.

No more pages to load.