Hidup hemat kini bukan lagi anjuran melainkan sebuah kebutuhan yang dapat menyelamatkan kondisi keuangan

oleh -334 views

Hidup hemat kini bukan lagi anjuran melainkan sebuah kebutuhan yang dapat menyelamatkan kondisi keuangan dari boros dan perilaku konsumstif. Seringkali ketika kita tidak memiliki kebiasaan untuk hidup hemat, tanpa sadar keuangan menjadi mudah habis dan manajemennya berantakan.

Sebagai contoh, hidup hemat akan mengajarkanmu cara untuk menabung, berinvestasi, maupun sadar dengan keberadaan dana cadangan yang musti kamu siapkan jika sewaktu-waktu ada kejadian yang tidak terduga. Jika kamu terbiasa hidup boros dan konsumtif, maka sekeras apapun kamu bekerja, keuanganmu akan mudah habis dan hal itu bahkan tidak kamu sadari.

Oleh karena itu, mengetahu prinsip hidup hemat menjadil hal yang penting untuk kamu agar manajemen keuangan sehari-hari menjadi lebih baik. Ingat, prinsip hidup hemat tidak bermaksud untuk mengekang keuanganmu tetapi membuatmu terbebas dari masalah finansial.

Untuk itu, Fimela.com kali ini akan mengulas 5 prinsip hidup hemat untuk mengontrol keuangan sehari-hari. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Belajar Memprioritaskan Kebutuhan, Bukan Keinginan

Prinsip hidup hemat yang pertama ialah belajar untuk memprioritaskan mana hal yang termasuk kebutuhan dengan keinginan. Ada sekat tipis antara kebutuhan dan keinginan yang membuat banyak orang bahkan tidak bisa membedakannya sehingga merea membeli barang sebenarnya bahkan tidak mereka butuhkan.

Jika kamu sudah bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, maka kamu akan lebih bijak dalam membeli barang dan mengeluarkan uang. Kebutuhan berbicara soal kebutuhan primer yang jika tidak segera kamu penuhi, itu akan mengganggu kehidupan. Tentu saja konsep ini berbeda dengan kebutuhan sekunder dan tersier.

Tidak Tergiur Promo dan Potongan Harga

Prinsip hidup hemat yang kedua ialah tidak mudah tergiur dan terjebak pada diskon atau potongan harga yang kamu temui di pusat perbelanjaan. Meskipun terlihat menarik tetapi diskon atau potongan harga sebenarnya hanya strategi marketing yang bisa menjadi candu agar orang terus berbelanja dan menghabiskan uangnya.

728×90 Leaderbord

Oleh karena itu, sebelum kamu memutuskan untuk membeli barang, sebaiknya kamu perhatikan terlebih dahulu, apakah kamu benar-benar memerlukannya atau tidak. Sekalipun barang tersebut sudah mendapatkan potongan harga yang besar, kamu harus berprinsip bahwa apapun yang kamu beli bukan hanya karena godaan harga murah semata.

Membeli Barang Murah Tetapi Berkualitas

Prinsip hidup hemat yang ketiga ialah membeli barang dengan harga yang terjangkau tetapi tetap berkualitas. Prinsip ini perlu ditekankan untuk kamu yang suka berbelanja karena gengsi atau ingin terlihat keren karena membeli barang branded dengan harga selangit. Sebenarnya tidak ada masalah untuk membeli barang mahal, hanya saja jika kamu sedang dalam proses berhemat, maka hal tersebut patut dihindari.

Sebagai contoh, kamu sedang membutuhkan tas, terdapat dua pilihan, mulai dari tas yang harganya jutaan dengan tas seharga ratusan ribu tetapi kualitasnya terjamin dan bentuknya menarik. Dihadapkan pada pilihan tersebut, maka yang jadi prinsip adalah kualitas tasnya bukan lagi pada brand semata.

Menggunakan Layanan Langganan Secara Bijak

Prinsip hidup hemat yang keempat ialah menggunakan layanan langganan secara bijak. Layanan langganan yang dimaksud misalnya adalah layanan langganan TV kabel, tempat gym, dan lain-lain. Jika hal tersebut dirasa tidak kamu butuhkan secara mendesak, sebaiknya kamu dapat menahan diri.

Dana yang biasa kamu pakai untuk berlangganan, bisa kamu alihkan ke tabungan untuk kebutuhan mendesak lainnya kedepan. Misalnya kebiasaa berlangganan tidak bisa kamu hilangkan, mulailah dengan berlangganan layanan yang paling terjangkau biayanya supaya kamu tidak menghabiskan banyak uang.

Mencatat Setiap Pengeluaran

Terakhir, prinsip hidup hemat yang satu ini terinspirasi dari cara hidup hemat orang Jepang yang selalu mencatat setiap pengeluaran. Memang terlihat sederhana, namun dengan cara ini, cukup efektif untuk mengontrol pengeluaranmu.

Dengan mencatatnya, kamu jadi tahu selama ini uangmu dihabiskan untuk apa saja dan berapa banyak. Tidak akan ada lagi momen kamu merasa kebingungan karena uangmu habis sementara kamu tidak merasa membeli banyak barang. Catatan keuangan tersebut juga bisa menjadi alarm agar kamu tidak terjebak pada perilaku boros.