Hinky Hindra Irawan Satari mengatakan, penularan dari varian Omicron lebih cepat dari varian sebelumnya

oleh -48 Dilihat

Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hinky Hindra Irawan Satari mengatakan, penularan dari varian Omicron lebih cepat dari varian sebelumnya namun sebagian besar kasus Covid-19 akibat varian tersebut hanya gejala ringan dan ada yang tidak menunjukan gejala.

“Jadi tidak sampai dirawat dan tidak sampai menimbulkan keadaan yang berat,” ucapnya pada dialog bertajuk “Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit: Melawan Hoaks tentang Covid-19”, Selasa (30/11/2021).

Menurut Hindra, hingga saat ini varian Omicron dominan ditemukan Afrika Selatan (Afsel), apabila ditemukan varian tersebut terdeteksi di Indonesia seharusnya sudah Indonesia sudah siap karena cakupan vaksinasi Indonesia saat ini sudah tinggi. Pasalnya, apapun jenis vaksin yang digunakan saat ini masih dapat melindungi individu dari varian Omicron.

“Mudah-mudahan kalau varian Omicron ada di Indonesia dan terdeteksi, mudah-mudahan gejalanya ringan tidak sampai harus dirawat sehingga tidak merepotkan fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan,” ucapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, munculnya varian B.1.1.529 atau varian Omicron merupakan hasil kombinasi mutasi dari varian lainnya seperti Delta, Alpha, Beta, Gamma, AY.23 dan AY.4.

Oleh karena itu, Nadia menuturkan, varian Omicron harus diantisipasi agar tidak terjadi peningkatan kasus seperti yang terjadi pada Juli 2021. Pasalnya, varian Omicron jauh lebih cepat menular dari varian sebelumnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.