Hipertensi tetap menjadi salah satu penyebab kematian yang signifikan di seluruh dunia

Hipertensi tetap menjadi salah satu penyebab kematian yang signifikan di seluruh dunia

Tips194 Dilihat

Hipertensi tetap menjadi salah satu penyebab kematian yang signifikan di seluruh dunia. Di tengah pandemi, tingkat kematian tertinggi terjadi pada pasien dengan hipertensi yang juga memiliki kondisi komorbid lainnya. Meskipun demikian, risiko hipertensi ternyata lebih tinggi pada perempuan daripada pada pria.

Upaya pencegahan yang efektif untuk hipertensi adalah dengan mengurangi asupan garam dan menggantinya dengan bumbu pengganti seperti glumatat atau Monosodium Glutamat (MSG). Dokter spesialis gizi klinik, Yohan Samudra, mengatakan bahwa jumlah maksimum garam yang dianjurkan adalah satu sendok teh per hari, yang setara dengan sekitar 2.000-2.300 mg natrium.

Yohan menjelaskan bahwa MSG dapat menggantikan peran garam dalam makanan, dan makanan yang sehat adalah kunci awal bagi sebuah keluarga yang sehat dan bahagia.

Yohan menjelaskan bahwa 1 gram MSG mengandung 133 mg natrium, sementara garam mengandung 400 mg natrium. Oleh karena itu, penggunaan MSG lebih disarankan daripada garam dalam upaya mencegah penyakit hipertensi. Yohan juga menegaskan bahwa sudah banyak penelitian yang membantah stigma buruk terkait MSG, baik di Eropa, Amerika, maupun di Indonesia melalui Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Semua lembaga tersebut menyatakan bahwa penggunaan MSG aman dan tidak menimbulkan efek samping.

Namun, Yohan menekankan bahwa penggunaan MSG tetap harus disesuaikan dengan takaran yang tepat. Penggunaan berlebihan dapat membuat rasa makanan menjadi tidak enak, dengan after taste yang pahit. Oleh karena itu, gunakan MSG secukupnya sesuai resep, dan anak di atas usia 1 tahun juga dapat mengonsumsi MSG sebagai variasi dalam makanan.

Selain meningkatkan risiko hipertensi, konsumsi garam berlebihan juga dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Jumlah garam yang berlebihan membuat pembuluh darah menjadi kaku, menyulitkan aliran darah dan meningkatkan risiko pecahnya pembuluh darah. Dalam jangka panjang, konsumsi garam berlebihan juga dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Oleh karena itu, Yohan mengimbau konsumen untuk berhati-hati terhadap makanan yang mengandung garam tersembunyi, seperti saus sambal, mayones, kecap manis, makanan cepat saji, hidangan Tiongkok, keripik, bakso, tongseng, dan gulai.

Yohan mengatakan bahwa keluarga yang sehat dimulai dengan makanan yang disiapkan di dapur. Oleh karena itu, peran ibu sangat penting dalam keluarga untuk mencegah obesitas yang disebabkan oleh konsumsi garam berlebihan dalam makanan.

Psikolog Klinis Nia Paramita mengungkapkan, kaum perempuan lebih sering mengalami depresi dibandingkan laki-laki. Stres menjadi salah satu penyebab terjadinya depresi.

Menurut dia, makanan bisa membantu mengurangi stres yang dialami ibu. Contohnya, apabila sudah terdiagnosis sakit lambung jangan mengonsumsi makanan yang kecut dan pedas. Apabila mempunyai penyakit hipertensi maka jangan goda tubuh dengan konsumsi garam.

“Para ibu harus self love dan juga self care, karena seorang ibu itu kan tidur paling akhir dan bangun paling awal dibandingkan anggota keluarga lain. Kalau hidup ibu bahagia maka ayah akan senang dan anak akan merasa berharga tapi kalau ibu tidak bagaimana dia bisa meneruskan kebahagian itu ke suami dan anak,” pungkas Nia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *