Human Rights Watch (HRW) menyatakan bahwa baik Israel dan penguasa Islam Gaza, Hamas “tampaknya” melakukan “kejahatan perang”

oleh -274 views

Human Rights Watch (HRW) menyatakan pada Selasa (27/7/2021) bahwa baik Israel dan penguasa Islam Gaza, Hamas “tampaknya” melakukan “kejahatan perang” selama konflik Mei.

Seperti dilaporkan AFP, HRW menyerukan agar insiden itu diselidiki sebagai bagian dari internasional yang sedang berlangsung. investigasi.

Konflik 11 hari mempertontonkan aksi Hamas dan kelompok bersenjata Palestina lainnya di Gaza yang menembakkan ribuan roket ke arah Israel. Sementara Israel menggempur jalur itu dengan ratusan serangan udara.

Dalam satu laporan yang dirilis Selasa (27/7/2021), HRW menyatakan telah menyelidiki tiga serangan Israel yang “membunuh 62 warga sipil Palestina. Padahal di sana, tidak ada target militer yang jelas di sekitarnya. HRWmewawancarai warga Palestina di Gaza dan menganalisis data dari situs dan citra digital.

HRW mencantumkan serangan 10 Mei di Beit Hanoun, satu pada 15 Mei di kamp pengungsi Al-Shati dan serangkaian serangan udara pada 16 Mei di Kota Gaza sebagai fokus penyelidikannya. Tetapi HRW juga mencatat serangan Israel lainnya selama konflik juga kemungkinan melanggar hukum.

Kelompok hak asasi juga mencatat serangan roket “tanpa pandang bulu” oleh gerilyawan Palestina yang menargetkan warga sipil Israel, yang menurut HRW akan dibahas dalam laporan yang akan datang.

“Serangan Israel dan Palestina melanggar hukum perang dan tampaknya merupakan kejahatan perang,” kata HRW.

Jaksa di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) pada bulan Maret mengumumkan pembukaan penyelidikan penuh terhadap situasi di wilayah yang diduduki Israel.

Penyelidikan itu terutama akan fokus pada Perang Gaza 2014. Tetapi penyelidikan juga melihat kematian demonstran Palestina mulai 2018 dan seterusnya.

Mei lalu, ICC menyatakan bahwa mereka juga memantau konflik terbaru sebagai bagian dari penyelidikannya.

“Keengganan konsisten otoritas Israel untuk secara serius menyelidiki dugaan kejahatan perang, serta serangan roket pasukan Palestina terhadap pusat-pusat populasi Israel, menggarisbawahi pentingnya penyelidikan Pengadilan Kriminal Internasional,” kata HRW.

Dalam penyelidikan internasional terpisah, Dewan Hak Asasi Manusia PBB memutuskan pada 27 Mei untuk membuat penyelidikan internasional terbuka atas pelanggaran selama konflik Mei.

Tidak ada tanggapan segera dari tentara Israel, yang dikutip dalam laporan HRW yang menyatakan “menyerang target militer secara eksklusif” dan “melakukan upaya bersama untuk mengurangi bahaya pada individu yang tidak terlibat”.

No More Posts Available.

No more pages to load.