Idulfitri penjadi perayaan yang dinantikan saat akhir bulan Ramadan

Idulfitri penjadi perayaan yang dinantikan saat akhir bulan Ramadan

INTERNATIONAL132 Dilihat

Idulfitri penjadi perayaan yang dinantikan saat akhir bulan Ramadan. Hari yang penuh kebahagiaan ini tidak hanya dirayakan di Indonesia saja, tetapi juga oleh umat muslim di seluruh dunia.

Umat muslim akan merayakan pencapaian selama satu bulan berpuasa Ramadan, memohon pengampunan, hingga menjalin tali silaturahmi. Tradisi Idulfitri di setiap negara memiliki perbedaan dan ciri khas masing-masing. Berikut ini deretan tradisi Idulfitri di berbagai negara.

1. Turki
Perayaan Idulfitri di Turki dikenal sebagai Ramazan Bayrami atau Seker Bayrami, yang berlangsung selama tiga hari. Festival ini merupakan waktu yang penuh warna dengan banyak perayaan dan kegiatan. Anak-anak sering mendapatkan kantong penuh dengan manisan, baklava, dan makanan khas Turki lainnya.

Salah satu tradisi yang dihormati di seluruh Turki adalah menghormati orang tua atau anggota keluarga yang lebih tua. Mencium tangan kanan mereka dan menempelkannya di dahi sambil mengucapkan salam Bayram, yang merupakan bentuk penghormatan tertinggi.

2. Uni Emirat Arab (UEA)
Masyarakat Uni Emirat Arab (UEA) akan merayakan Idulfitri yang diisi dengan kesederhanaan dan kehangatan keluarga. Selain tradisi menghiasi rumah dengan karpet dan spanduk berwarna, penggunaan henna untuk menghiasi tangan wanita dan anak perempuan juga menjadi ciri khas perayaan ini. Henna tidak hanya menjadi simbol kecantikan, tetapi juga menyiratkan penyembuhan dan kebahagiaan.

3. Islandia
Di negara dengan fenomena matahari tengah malam seperti Islandia, umat Islam berpuasa hingga 22 jam sehari selama Ramadan. Oleh karena itu, perayaan Idulfitri di sini sangat istimewa. Meskipun jumlah muslim di Islandia tidak banyak, sebagian komunitas muslim merayakan Idulfitri dengan kemeriahan di beberapa masjid di Reykjavik. Tamu sering membawa berbagai masakan untuk menciptakan suasana meriah yang mempersatukan umat Islam di negara ini.

4. Maroko
Masyarakat Maroko biasanya mengadakan acara kuliner sederhana setelah salat subuh, dengan hidangan seperti daging domba, couscous, dan plum, diikuti dengan kue kering tradisional. Semua hidangan ini dinikmati bersama keluarga dan teman dalam suasana yang penuh kehangatan dan sukacita.

5. Indonesia
Perayaan Idulfitri di negara dengan banyak pulau ini lebih dari sekadar hari libur. Orang-orang akan kembali ke kampung halaman mereka untuk merayakan bersama keluarga dalam tradisi mudik. Anak-anak sering mendapatkan amplop berwarna yang berisi uang dari kerabat sebagai bagian dari tradisi. Selain itu, momen ini juga menjadi waktu untuk berziarah, halalbihalal, dan tentu saja, menyantap makanan khas Idulfitri.

6. Mesir
Perayaan Idulfitri di Mesir akan diisi dengan kegiatan bersama keluarga dan teman. Hidangan khusus seperti fatta dan kunafa menjadi pusat perhatian, sementara tradisi membelikan baju dan permen baru untuk anak-anak juga dilakukan. Semua ini menciptakan suasana kegembiraan dan persaudaraan di seluruh negara.

7. Pakistan
Di Pakistan, perayaan dimulai dengan salat Id berjamaah di masjid, diikuti dengan kunjungan ke kerabat dan sahabat untuk bertukar bingkisan. Hidangan tradisional, seperti biryani, kheer, dan sheer khurma disajikan dengan sukacita untuk menandai hari yang bahagia ini.

8. Selandia Baru
Banyak kota-kota besar di Selandia Baru, seperti Auckland, Wellington, dan Christchurch akan merayakan Idulfitri. Perayaan ini mencerminkan perpaduan budaya muslim dan komunitas Selandia Baru yang lebih luas. Selain salat subuh dan pertemuan komunitas, festival ini juga menampilkan pertunjukan budaya, warung makan, dan kegiatan untuk anak-anak, menciptakan suasana meriah untuk semua orang.